PHR Hidupkan Kembali Warisan Melayu Lewat Buku Lestari

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Selasa, 2 September 2025 | 10:00 WIB
PHR meluncurkan Buku Melayu Lestari sebagai hasil riset kolaboratif untuk melestarikan budaya Melayu, merekam 44 objek kebudayaan dan empat pilar utama. (Dok. PHR)
PHR meluncurkan Buku Melayu Lestari sebagai hasil riset kolaboratif untuk melestarikan budaya Melayu, merekam 44 objek kebudayaan dan empat pilar utama. (Dok. PHR)

Baca Juga: Internship Telkom Indonesia: Kesempatan Magang Finance Support GBD 2025

"Proses ini melibatkan analisis mendalam untuk memahami keterkaitan antar objek, nilai-nilai yang dikandung, serta relevansinya terhadap pelestarian budaya."

"Dari proses tersebut, akhirnya tersusun empat pilar utama yang menjadi kerangka pengembangan dan pemaknaan kebudayaan dalam buku ini,” jelas Evi.

Sebagai upaya memperkuat hasil penelitian, PHR juga mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan melibatkan tokoh masyarakat, akademisi, pegiat budaya, hingga perwakilan LAMR.

Baca Juga: ASDP Transformasi Pelabuhan Jadi Destinasi Wisata Waterfront, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah dan Ciptakan Lapangan Kerja

PHR meluncurkan Buku Melayu Lestari sebagai hasil riset kolaboratif untuk melestarikan budaya Melayu, merekam 44 objek kebudayaan dan empat pilar utama. (Dok. PHR)

Langkah ini penting untuk memastikan hasil riset benar-benar representatif, relevan, dan bisa diterima semua pemangku kepentingan.

“Atas nama seluruh tim, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para tokoh masyarakat, akademisi, pegiat kebudayaan, serta Lembaga Adat Melayu Riau atas dukungan, masukan, dan kerja sama yang telah diberikan sepanjang proses penelitian ini,” ungkap Evi.

Buku Melayu Lestari: Menjaga Budaya Tumbuh Bersama Generasi merekam kekayaan budaya Melayu, mulai dari artefak, permainan tradisional, hingga kuliner khas yang sarat filosofi kehidupan masyarakat.

Baca Juga: PHR Dukung Desa Balai Pungut Jadi Destinasi Wisata Sungai Unggulan

Buku ini juga memetakan empat pilar kebijakan budaya yang menekankan nilai gotong royong, religiusitas yang membingkai adat dan adab, ketahanan budaya, serta harmoni dengan alam. ***

 

Add as a preferred source on Google
Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler