Media Nasional Tinjau Langsung Kualitas Beras di Gudang BULOG

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Minggu, 7 September 2025 | 06:00 WIB
BULOG pastikan kualitas beras tetap terjaga melalui pemeliharaan ketat di gudang, distribusi massif, dan dukungan berbagai pihak di seluruh Indonesia. (Dok. BULOG)
BULOG pastikan kualitas beras tetap terjaga melalui pemeliharaan ketat di gudang, distribusi massif, dan dukungan berbagai pihak di seluruh Indonesia. (Dok. BULOG)

Kabar BUMN – Perum BULOG mengundang awak media nasional untuk menyaksikan secara langsung kondisi beras di Gudang dan Sentra Pengolahan Beras BULOG Sunter, Jakarta Utara.

Agenda ini menjadi langkah manajemen BULOG untuk memperlihatkan kepada publik bagaimana proses pemeliharaan dan pengelolaan beras dilakukan, sekaligus menegaskan komitmen BULOG menjaga kualitas beras yang disimpan.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa pemeriksaan kualitas beras dilakukan secara konsisten setiap hari, minggu, bulan, hingga triwulan.

Baca Juga: 7 Tips Penting Saat Menyusun Itinerary Agar Agenda Liburan Selama Long Weekend Lebih Maksimal

Hal ini diterapkan untuk memastikan kualitas beras tetap terjaga selama masa penyimpanan.

Melalui pengawasan yang ketat, BULOG ingin menjamin bahwa masyarakat mendapatkan beras yang sehat dan layak untuk dikonsumsi.

Rizal menuturkan bahwa BULOG bertugas sebagai operator pelaksana kebijakan pangan, sementara regulasi berada di tangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Rakortas yang dipimpin Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

Baca Juga: Hijaukan Pesisir Lampung Timur, PT Bukit Asam Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Pasir Sakti

Sesuai dengan penugasan pemerintah, BULOG menyediakan beras medium dengan broken maksimal 25 persen serta beras premium dengan broken maksimal 15 persen.

Di Jakarta, BULOG memiliki kapasitas penyimpanan hingga 355.200 ton, tersebar di 74 gudang dengan kapasitas sekitar 3.000 ton per gudang.

Jumlah tersebut merupakan bagian dari cadangan beras pemerintah sebanyak 3,9 juta ton.

Baca Juga: Etika Memasak di Hostel Backpacker dengan Dapur dan Peralatan Bebas Pakai

Rizal menambahkan, penyaluran beras dilakukan secara massif melalui jalur pasar tradisional, koperasi, lembaga pemerintah, kerja sama dengan TNI-Polri, outlet binaan BUMN, RPK, hingga ritel modern.

Sinergi ini bertujuan mempercepat distribusi agar kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia dapat terpenuhi.

Pemeliharaan beras yang diterapkan mencakup pemeriksaan kualitas sejak awal masuk gudang, pengecekan berkala, menjaga sanitasi gudang, penyemprotan, serta fumigasi jika ditemukan hama.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini