Baca Juga: PT Pindad Salurkan Bantuan Quran Braille dan Peralatan Belajar untuk Santri Difabel di Subang
Saat penyaluran, BULOG menjalankan sistem FIFO (First In, First Out) dan FEFO (First Expired First Out).
Namun, kondisi kualitas beras tetap menjadi pertimbangan utama, sehingga bila ada penurunan mutu dilakukan tindakan seperti fumigasi ulang, pemisahan, hingga pengolahan dengan mesin pemilah modern agar hanya beras layak konsumsi yang diterima masyarakat.
Rizal juga menegaskan bahwa beras yang tidak memenuhi standar konsumsi tidak dibuang begitu saja, melainkan diproses sesuai SOP ketat untuk kebutuhan industri lain seperti pakan.
Baca Juga: Pantai Tanjung Penyu Mas, Wisata Hidden Gem di Malang yang Pesonanya Tak Kalah dari Alam Bali
Dengan cara ini, setiap butir beras tetap memberikan nilai guna. Hingga kini, BULOG telah menyalurkan beras SPHP lebih dari 327 ribu ton dari total penugasan 1,5 juta ton, dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, daerah, TNI-Polri, BUMN, serta para pengecer.
“Prinsip kami jelas, negara harus memberikan yang terbaik untuk rakyatnya. Maka BULOG menjaga kualitas beras dengan pemeliharaan ketat agar beras yang diterima masyarakat benar-benar layak konsumsi dan sehat."
"BULOG akan terus menjaga kualitas beras, nama baik negara, dan berkomitmen penuh memberikan yang terbaik bagi bangsa dan masyarakat Indonesia,” ujar Rizal menegaskan. ***
Artikel Terkait
BULOG Gelar GPM Serentak, Salurkan 43 Ribu Ton Beras SPHP untuk Peringati HUT ke-80 RI
BULOG dan TNI Gelar Pasar Murah di Jakarta Pusat, Salurkan 5 Ton Beras SPHP untuk Warga
BULOG Raih Rekor MURI lewat Gelaran GPM Serentak di 4.337 Titik Seluruh Indonesia
BULOG Apresiasi Dukungan Pemkab Sidoarjo dalam Program Beras SPHP Murah
BULOG Tegaskan Stok Beras Nasional Tetap Terjamin Kualitasnya