ASDP Tegaskan Peran Strategis Jembatan Nusantara sebagai Penguat Konektivitas dan Logistik Nasional

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Senin, 8 September 2025 | 19:30 WIB
Jembatan Nusantara kini menjadi backbone layanan long distance ferry (LDF) yang menghubungkan Kalimantan dan Sulawesi. (Dok. ASDP)
Jembatan Nusantara kini menjadi backbone layanan long distance ferry (LDF) yang menghubungkan Kalimantan dan Sulawesi. (Dok. ASDP)

Kabar BUMN - Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menegaskan pentingnya peran PT Jembatan Nusantara (JN) sebagai anak usaha yang tidak hanya mendukung konektivitas antarwilayah, tetapi juga memperkuat layanan logistik demi pemerataan distribusi kebutuhan pokok masyarakat.

“Sebagai bagian dari keluarga besar ASDP, Jembatan Nusantara menjadi mitra penting dalam memastikan kelancaran pergerakan orang, barang, serta logistik yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

"Kami berkomitmen agar masyarakat di berbagai wilayah, khususnya daerah kepulauan, tetap mendapatkan akses transportasi yang terjangkau, andal, dan selamat,” ujar Heru Widodo.

Baca Juga: Panduan Naik Bus di Seoul, Pastikan Saldo di E-Money Mencukupi, Pahami Jalur dan Halte Naik-Turun

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Shelvy Arifin, menjelaskan Jembatan Nusantara kini menjadi backbone layanan long distance ferry (LDF), terutama pada lintasan Balikpapan–Parepare yang menghubungkan Kalimantan dan Sulawesi.

Jalur strategis ini dilayani dua armada utama, KMP Swarna Bahtera dan KMP Madani Nusantara.

“Kolaborasi ASDP dan JN memperkuat posisi kami sebagai perusahaan transportasi terintegrasi.

Baca Juga: DAMRI Hadirkan Promo Twindate 9.9, Diskon Tiket 20% untuk Berbagai Rute Perjalanan AKAP

"Layanan LDF yang dioperasikan JN terbukti menjadi jalur vital dalam menjaga kelancaran pasokan logistik, mulai dari hasil pertanian, bahan kebutuhan pokok, hingga material pembangunan,” jelas Shelvy.

Tidak berhenti di situ, JN juga menyiapkan ekspansi dengan mengoperasikan kembali lintasan Surabaya–Labuan Bajo.

Rute ini akan menghubungkan Pulau Jawa dengan Nusa Tenggara Timur, sekaligus memperkuat konektivitas logistik antarwilayah dan mendukung pengembangan pariwisata di kawasan timur Indonesia.

Baca Juga: 60 Dekan dan Akademisi Pertanian Kunjungi PTPN IV Regional III, Kagumi Transformasi Digital dan Energi Hijau

Hingga kini, JN mengoperasikan 53 kapal pada 19 lintasan aktif, terdiri dari 18 lintasan short distance ferry (SDF) dan 1 lintasan LDF.

Periode Januari–Juli 2025 mencatat total 1.384.098 unit kendaraan dan 463.700 penumpang telah terlayani.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini