Pertamina sendiri telah memulainya dengan groundbreaking wilayah kerja panas bumi Ulubelu, yang tak hanya mengembangkan panas bumi, tetapi juga mulai merintis pemanfaatannya untuk produksi green hydrogen.
Baca Juga: Bank Mandiri Luncurkan Fitur SBN Sekunder di Livin’, Investasi Kini Makin Mudah dan Terjangkau
“Ini bisa menjadi cita-cita energi Indonesia di masa depan,” jelas Oki.
Kedua, perubahan iklim yang menjadi tantangan global sehingga semua pihak harus menjaga lingkungan agar kerusakan ekosistem dapat dicegah.
Ketiga, dinamika geopolitik dunia yang berimbas pada kebutuhan energi.
Baca Juga: 10 Pantai Pasir Putih di Gunungkidul yang Wajib Masuk Bucket List Liburanmu
Dalam hal ini, Pertamina menekankan pentingnya menjaga trilema energi: ketahanan, keterjangkauan, dan keberlanjutan.
“Pertamina berperan dalam ketahanan agar energi tersedia dari Sabang sampai Merauke, keterjangkauan agar tidak membebani masyarakat, serta keberlanjutan untuk produksi energi ramah lingkungan dan rendah karbon,” papar Oki.
Sementara itu, Rektor UPER Wawan Gunawan menegaskan bahwa kampusnya merupakan bagian dari ekosistem Pertamina yang menyiapkan mahasiswa menjadi talenta masa depan berkualitas.
Baca Juga: PT Pindad Sambut Kunjungan UniMAP, Perkuat Kerja Sama Pertahanan
“Bukan hanya cerdas tetapi juga berintegritas, tidak hanya membutuhkan orang-orang pintar melainkan juga generasi yang memiliki moral kejujuran,” tutur Wawan.
Pada tahun ajaran baru 2025/2026, Universitas Pertamina menerima 1.400 mahasiswa baru dari total 53.892 aplikasi pendaftaran.***
Artikel Terkait
Pertamina International Shipping Buka Lowongan Magang untuk Posisi Fungsi Human Capital, Cek Syarat dan Ketentuannya
Nanas-Qu, UMKM Binaan Pertamina yang Majukan Petani dan Jaga Lingkungan
Magang 6 Bulan di Pertamina International Shipping, Dapat Sertifikat Resmi Kementerian BUMN
PHI Zona 9 Rayakan 20 Tahun Pertamina EP, Energi Tak Hanya untuk Bumi tapi juga Masyarakat
Pertamina Drilling Tunjukkan Ketahanan Bisnis, Kinerja Positif Berlanjut hingga Pertengahan 2025