Baca Juga: Hingga Agustus 2025, BRI Salurkan KUR Rp114,28 Triliun kepada 2,5 juta Debitur UMKM
Baja sebagai Aset Nasional
Namun di luar angka, ada dimensi yang lebih penting. Krakatau Steel yang dipimpin Akbar Djohan sebagai Direktur Utama berbeda dengan perusahaan swasta biasa: ia adalah instrumen strategis negara.
Jalan tol, jembatan, pelabuhan, smelter nikel, hingga proyek energi baru, semua membutuhkan baja. Dukungan terhadap Krakatau Steel bukan sekadar menjaga korporasi, melainkan investasi dalam kedaulatan industri.
Baca Juga: Catat! Diskon Tiket Kereta 20 Persen Hadir di Travel Fair Yogyakarta
Pendanaan dan penguatan struktur KRAS menyangkut lebih dari sekadar eksistensi atau pertumbuhan sebagai entitas bisnis global. Yang tak kalah penting adalah mempertahankannya sebagai aset nasional.
Negara-negara besar selalu menjaga sektor baja mereka, meski secara finansial tertekan. Indonesia tidak boleh berbeda.
Krakatau Steel telah membuktikan daya tahannya: tetap beroperasi di ketidakpastian ekonomi global, memasok baja untuk pembangunan, dan bertransformasi menuju struktur yang lebih efisien.
Baca Juga: Elnusa Wujudkan Aksi Nyata Adopsi & Konservasi Orangutan Demi Masa Depan Ekosistem
Momentum restrukturisasi tahun ini bisa menjadi titik balik.
Pada akhirnya, seperti dikatakan Dr. Adiwarman, “Kita tidak bisa menilai Krakatau Steel hanya dari angka laba-rugi di satu periode. Ia harus dilihat sebagai aset nasional, sebagai baja yang menopang mimpi besar negeri ini demi kemakmuran masyarakat pula.”***
Artikel Terkait
Pipanisasi BBM Cikampek–Plumpang Dimulai, Krakatau Steel Kirim Pipa Baja Anti Korosi
Krakatau Steel Siap Mendukung, Industri Baja Nasional Perlu Strategi “Total Defense” untuk Hadapi Gempuran Impor
Steel Run 2025 Siap Digelar, Krakatau Steel Rayakan HUT ke-55 dengan “Stronger Synergy”
Anak Perusahaan Jasa Tirta II dan Krakatau Steel Jalin Kerja Sama
Tahan Lama dan Ramah Lingkungan, Baja Krakatau Steel Topang Dapur MBG di Cilegon