Data menunjukkan bahwa penggunaan layanan ini dapat menghemat hingga 56% biaya per kapal dibandingkan penggunaan genset solar, sekaligus menekan emisi karbon.
Baca Juga: Buruan! Besok Penutupan Promo SAVEtember Ceria KCIC, Tiket Whoosh Diskon hingga Rp50 Ribu
Laksda Eko menegaskan bahwa manfaat tersebut hanyalah sebagian kecil dari tujuan besar yang ingin diraih.
“Pada kesempatan ini, izinkan saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada PLN atas dukungan serta kerja kerasnya dalam menyiapkan layanan jaringan listrik khusus beserta peralatan pendukungnya untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi KRI (Kapal Perang Republik Indonesia) di Dermaga Koarmada II,” ujarnya.
Bagi PLN, layanan ini merupakan tonggak baru. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyebut proyek perdana tersebut sebagai bentuk diversifikasi layanan.
Baca Juga: Perkuat Portofolio Pertamina NRE, PLTS Baseload Pertama Beroperasi di Filipina
PLN kini hadir bukan hanya bagi masyarakat umum dan dunia usaha, tetapi juga memperluas perannya hingga sektor pertahanan.
“Keberhasilan ini bukan sekadar capaian teknis, melainkan simbol sinergi antara BUMN, dalam hal ini PLN, dengan TNI AL."
"Kami bangga dapat mendukung misi besar Kementerian Pertahanan dan TNI AL dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia,” ungkap Darmawan.
Baca Juga: Ekowisata Kali Talang, Spot Instagramable di Klaten dengan Panorama Megah Gunung Merapi
Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menambahkan bahwa manfaat nyata sudah bisa dirasakan.
Ia menyebut pemanfaatan listrik PLN mampu mengurangi konsumsi solar hingga 56% ketika kapal TNI AL bersandar, sekaligus menyampaikan apresiasi atas kepercayaan TNI AL.
“Kami ingin menyampaikan penghargaan dan rasa hormat setinggi-tingginya kepada jajaran TNI AL, khususnya Koarmada II, atas kepercayaan yang diberikan kepada PLN untuk memberikan pelayanan khusus kepada kapal-kapal baru Koarmada II,” ujarnya.
Adi juga menjelaskan bagaimana PLN menyesuaikan layanan sesuai dengan kebutuhan kapal perang. Jika rumah tangga umumnya mendapat listrik berfrekuensi 50 Hz dengan tegangan 220 Volt, maka KRI memerlukan daya yang berbeda.
Artikel Terkait
Bawa Pulang Hadiah Impian dari Gelegar PLN Mobile 2025, Cukup Tukar 1 Poin
Dari Limbah Jadi Berkah, Warga Binaan Nusakambangan Sulap FABA PLN Jadi Produk Bernilai Ekonomi
Raih Poin dari Aktivitas Harian, Gelegar PLN Mobile 2025 Siap Hadiahi Mobil Listrik hingga Voucher Listrik
PLN EPI dan BNI Perkuat Ekosistem Biomassa Lewat Transformasi Pengadaan dan Solusi Pembiayaan
PLN Hadirkan Listrik 24 Jam, Ratusan Siswa di Maluku Utara Kini Bisa Belajar Digital