“Biasanya, PLN melayani tegangan rendah 220 Volt di rumah-rumah, kemudian 20 kV, dan juga 150 kV untuk pelanggan besar dengan frekuensi 50 Hz."
"Namun, kebutuhan kapal ini unik, dayanya besar, 1.500 kW, dengan tegangan 690 Volt serta frekuensi 60 Hz. Karena itu, PLN harus menyesuaikan pelayanan secara khusus di sini,” jelasnya.
Baca Juga: Kemitraan Baru, PT Sang Hyang Seri Bersinergi dengan UGM Perkuat Perbenihan Padi
Sinergi ini diharapkan menjadi pijakan menuju langkah yang lebih besar. PLN melihat elektrifikasi maritim sebagai bagian penting dalam roadmap transisi energi untuk mencapai target Net Zero Emissions 2060 atau lebih cepat.
“Kolaborasi ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat pertahanan maritim Indonesia, sekaligus menjadi landasan kerja sama yang lebih luas di masa mendatang,” tutup Adi. ***
Artikel Terkait
Bawa Pulang Hadiah Impian dari Gelegar PLN Mobile 2025, Cukup Tukar 1 Poin
Dari Limbah Jadi Berkah, Warga Binaan Nusakambangan Sulap FABA PLN Jadi Produk Bernilai Ekonomi
Raih Poin dari Aktivitas Harian, Gelegar PLN Mobile 2025 Siap Hadiahi Mobil Listrik hingga Voucher Listrik
PLN EPI dan BNI Perkuat Ekosistem Biomassa Lewat Transformasi Pengadaan dan Solusi Pembiayaan
PLN Hadirkan Listrik 24 Jam, Ratusan Siswa di Maluku Utara Kini Bisa Belajar Digital