TASPEN Jadi Rujukan Internasional, NSAF Kamboja Belajar Mekanisme Pengelolaan Pensiun

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Selasa, 23 September 2025 | 16:00 WIB
TASPEN menerima kunjungan NSAF Kamboja untuk belajar mekanisme jaminan sosial dan pensiun. Pertemuan ini tegaskan peran TASPEN sebagai rujukan internasional. (Dok. TASPEN)
TASPEN menerima kunjungan NSAF Kamboja untuk belajar mekanisme jaminan sosial dan pensiun. Pertemuan ini tegaskan peran TASPEN sebagai rujukan internasional. (Dok. TASPEN)

Kabar BUMN – PT TASPEN (Persero) mendapat kunjungan resmi dari National Social Assistance Fund (NSAF) Kamboja sebagai bagian dari kerja sama dalam forum Asian Civil Service Pension Association (ACSPA).

Pertemuan ini menjadi sarana untuk mempelajari dan membandingkan mekanisme penanganan keluhan (Grievance Redress Mechanisms/GRM).

Agenda tersebut juga menjadi bukti nyata tujuan ACSPA dalam mendorong pertukaran pengalaman dan pengetahuan seputar pengelolaan jaminan sosial antarnegara anggota.

Baca Juga: Dari Petualangan Singkat Menuju Air Terjun hingga Bersantai di Gazebo, Masuk Curug Bareng Mulya Hanya Rp5.000

Delegasi NSAF dipimpin oleh Deputy Director General, Chour Rattanak, didampingi Deputy Director of Internal Audit Unit, Run Sambath, dan disambut oleh Direktur Investasi TASPEN, Rifki Isnaini Hassan, di Kantor Pusat TASPEN Jakarta pada Selasa (16/9).

Corporate Secretary TASPEN, Henra, menegaskan bahwa pertemuan ini sangat penting untuk memperkuat hubungan internasional.

“Kunjungan NSAF menjadi momentum penting untuk bertukar pandangan mengenai pengelolaan jaminan sosial bagi ASN di Indonesia."

Baca Juga: Sertifikasi Halal Gratis untuk Industri Kecil, Daftar Sekarang Lewat PT Surveyor Indonesia

"Kami menjelaskan bahwa TASPEN menerapkan sistem autentikasi berlapis dalam proses pelayanan, mulai dari verifikasi biometrik hingga digital ID, guna memastikan ketepatan data peserta dan meminimalisir potensi penyalahgunaan, sehingga hak-hak peserta terlindungi dengan lebih baik,” ujarnya.

Dari pihak NSAF, Chour Rattanak memberikan apresiasi atas keterbukaan TASPEN berbagi pengalaman.

Ia menilai praktik GRM serta inovasi layanan yang diterapkan TASPEN sangat relevan mendukung reformasi tata kelola jaminan sosial bagi ASN dan veteran di Kamboja, terutama dalam memperkuat sistem pembayaran pensiun yang berkelanjutan.

Baca Juga: Rekomendasi Tempat Wisata di Pulau Samosir, Pulau Kecil yang Kaya Pemandangan Alam

“Kami sangat terkesan dan terinspirasi dengan inovasi layanan yang dimiliki TASPEN. Di Kamboja, layanan kami belum sepenuhnya terdigitalisasi, dan masih banyak langkah yang harus ditempuh untuk mencapai pencapaian seperti yang dilakukan TASPEN."

"Kami berharap dapat kembali ke Kamboja dan melakukan perubahan besar dalam manajemen layanan kami,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, TASPEN memperkenalkan berbagai inovasi, termasuk Andal by TASPEN, sistem autentikasi digital yang sudah terhubung dengan layanan di 57 kantor cabang serta 44 mitra bayar di Indonesia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini