IFG Pastikan Penundaan IFG Marathon 2025 di Labuan Bajo Demi Keselamatan

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Rabu, 24 September 2025 | 19:30 WIB
IFG resmi menunda IFG Marathon 2025 di Labuan Bajo akibat erupsi Gunung Lewotobi. Keselamatan peserta dan masyarakat jadi prioritas utama. (Dok. IFG)
IFG resmi menunda IFG Marathon 2025 di Labuan Bajo akibat erupsi Gunung Lewotobi. Keselamatan peserta dan masyarakat jadi prioritas utama. (Dok. IFG)

Kabar BUMN – Indonesia Financial Group (IFG) yang merupakan Holding BUMN Asuransi, Penjaminan, dan Investasi di bawah Danantara Indonesia, mengumumkan bahwa IFG Labuan Bajo Marathon 2025 tidak akan dilaksanakan.

Keputusan ini diambil setelah memperhatikan aktivitas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur yang kini berstatus level IV atau awas, dengan intensitas tinggi sejak beberapa waktu terakhir.

Sepanjang tahun 2025, gunung tersebut tercatat beberapa kali mengalami erupsi dengan lontaran abu yang mengganggu kesehatan masyarakat serta membahayakan jalur transportasi udara.

Baca Juga: Ragam Menu Khas Jepang dengan Bahan Dasar Nasi, Kesamaaan Hidangan Ini di Kecepatan Menyajikan dan Menghabiskannya

Sejak Januari 2025, erupsi telah terjadi sekitar 62 kali, dan pada 22 September 2025 dalam enam jam terakhir, Gunung Lewotobi Laki-laki terpantau mengalami 31 kali gempa letusan dengan durasi antara 50–206 detik.

Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji, menegaskan bahwa kondisi ini menimbulkan risiko besar terhadap perjalanan peserta, panitia, hingga masyarakat menuju Labuan Bajo.

“Keselamatan peserta, panitia, dan masyarakat adalah prioritas utama bagi IFG. Dengan kondisi alam yang masih berisiko, kami menilai penyelenggaraan tahun ini tidak memungkinkan untuk dilaksanakan di Labuan Bajo,” ungkap Denny.

Baca Juga: Peringati Hari Pelindo ke-4, Pelindo Multi Terminal Group Tanam 11.000 Mangrove

IFG menyoroti pengalaman pada November 2024 yang menjadi pelajaran penting, ketika erupsi Lewotobi memaksa penutupan Bandara Komodo.

Banyak peserta maraton waktu itu harus menunda kepulangan selama beberapa hari, bahkan sebagian besar terpaksa menggunakan jalur laut dan darat untuk keluar dari Labuan Bajo, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan.

Sejak perdana pada tahun 2022, IFG Labuan Bajo Marathon dirancang mendukung visi pemerintah dalam menggerakkan ekonomi daerah, khususnya sektor pariwisata di kawasan Destinasi Super Prioritas.

Baca Juga: PT Timah Raih Penghargaan PRISMA atas Komitmen pada Standar Hak Asasi Manusia

Ajang ini terbukti membawa dampak positif. Pada penyelenggaraan tahun 2024, tercatat lebih dari 2.500 pelari dari berbagai daerah di Indonesia ikut serta, ditambah 31 peserta internasional asal Kenya, Australia, Prancis, Italia, hingga Malaysia yang ikut meramaikan kompetisi ini.

IFG bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat berharap event ini dapat kembali digelar pada 2026, jika kondisi alam telah kembali stabil.

Sebagai destinasi wisata premium, Labuan Bajo diyakini tetap memiliki daya tarik kuat bagi pelari nasional maupun mancanegara, sekaligus memperkuat citra sport tourism di Indonesia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini