Baca Juga: Wisata Alam Leuwi Bunder, Tempat Asri Buat Santai Bareng Keluarga di Sukabumi
Langkah ini sejalan dengan arah dekarbonisasi perusahaan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Data emisi yang dihasilkan dapat digunakan sebagai dasar pengembangan teknologi konstruksi rendah karbon sekaligus memperkuat kebijakan hijau yang dicanangkan pemerintah di bidang infrastruktur.
Dampak Ekonomi untuk Petani dan Masyarakat
Bagi petani, kehadiran bendungan ini membawa harapan baru. Enjang Suhardi (52), seorang petani senior di Jawa Barat, mengungkapkan bahwa selama ini panen hanya bisa dilakukan dua kali setahun dan tidak jarang gagal akibat kekeringan.
“Dengan adanya bendungan, kami berharap bisa panen hingga tiga kali setahun tanpa lagi tergantung pada curah hujan,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa tambahan musim tanam akan langsung meningkatkan pendapatan.
Baca Juga: Cegah Banjir, ASDP Benahi Drainase di Pelabuhan Bastiong Ternate
“Pendapatan kami diperkirakan naik signifikan, dari sekitar Rp 40 juta per tahun menjadi Rp 60 juta. Artinya, ada kenaikan hampir 50 persen,” ungkap petani asal Karawang tersebut.
Selain hasil panen, kepastian musim tanam menjadi hal penting bagi petani. “Yang paling berharga bagi kami adalah kepastian masa tanam. Tidak ada lagi rasa khawatir gagal panen akibat kekeringan.
Dengan air yang terjamin, kami bisa bekerja lebih tenang dan hasilnya lebih terukur,” lanjut Enjang. Sementara itu, Kepala Desa Karya Mekar, Janji (56), menilai keberadaan bendungan ini juga mendorong ekonomi desa.
Baca Juga: Perkuat Keamanan Data, PLN Icon Plus Kembali Raih Sertifikasi ISO 27017:2015 dan ISO 27018:2019
“Selain nantinya Bendungan ini mampu menyediakan pasokan air yang lebih stabil, mengurangi risiko banjir, sekaligus menjadi tulang punggung irigasi disini."
"Masyarakat sangat berterimakasih atas pembangunan jalan akses ke bendungan dan di bendungan itu sendiri karena banyak membantu kemudahan dan perekonomian setempat meningkat."
"Ditambah di area sini juga banyak peternak ayam dimana jika jalan akses bagus dapat memperpendek waktu perjalanan dalam distribusi baik hasil peternakan dan distribusi pakan ayam,” jelasnya.
Artikel Terkait
Hutama Karya Rayakan Harhubnas 2025 dengan Kilas Balik Jembatan Ikonik di Riau
BRI dan Hutama Karya Wujudkan Transformasi Konstruksi Modern di Ragunan
Hutama Karya Salurkan Bantuan Pendidikan dan Lingkungan, Dukung Program Pemerintah Tingkatkan Kualitas SDM
Hutama Karya Operasikan Tol Tempino–Simpang Ness, Bebas Biaya untuk Sementara
Hutama Karya dan Komisi Informasi Pusat Perkuat Transparansi Informasi Publik di BUMN