Inovasi CR7 PHE Hemat Hingga 132,9 Miliar Rupiah

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Jumat, 26 September 2025 | 16:30 WIB
Metode CR7 PT Pertamina Hulu Energi berhasil ciptakan efisiensi hingga Rp132,9 miliar, jaga likuiditas US$1,2 miliar, dan tingkatkan kepercayaan lembaga keuangan. (Dok. Pertamina)
Metode CR7 PT Pertamina Hulu Energi berhasil ciptakan efisiensi hingga Rp132,9 miliar, jaga likuiditas US$1,2 miliar, dan tingkatkan kepercayaan lembaga keuangan. (Dok. Pertamina)

Kabar BUMN – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina berhasil menciptakan efisiensi besar lewat metode Credit Revolving of 7 Banks (CR7).

Inovasi ini mampu memberikan penghematan hingga 132,9 miliar rupiah. Metode tersebut merupakan hasil gagasan Perwira PHE yang dipresentasikan dalam Forum Presentasi Continuous Improvement Program (CIP) Subholding Upstream 2025, sekaligus meraih penghargaan inovasi peringkat Gold dan Best Value Creation. (18/09)

Metode CR7 yang digagas oleh Fungsi Finance & Legal PHE dijalankan melalui penyusunan baseline agreement sebagai standar dalam dokumentasi perjanjian Credit Revolving.

Baca Juga: Telkom Perkuat Desa Cijaura Bandung Lewat Dukungan Greenhouse dan Tempat Sampah Organik

"Dengan metode CR7, PHE dapat memilih untuk bekerjasama dengan Bank Asing dan Bank Lokal, Fasilitas yang dedikasi khusus, nilai fasilitas yang besar, tenor fleksibel yang dapat diperpanjang, tanpa biaya upfront/komitmen, serta mengunci biaya margin pada awal perjanjian,” jelas Dimas Arya Noviaji, Assistant Manager Corporate Financing yang juga terlibat sebagai pencetus metode ini.

Untuk menjawab tantangan pendanaan, tim Financing and Legal PHE mengajukan serta menilai solusi melalui Metode CR7.

Tujuannya adalah memastikan ketersediaan pendanaan eksternal guna mendukung kebutuhan operasional perusahaan.

Baca Juga: Ingin Menjelajah Gunung Slamet? Ini Jalur Pendakian dan Fasilitas yang Perlu Kamu Tahu

Hasil implementasi metode ini terbukti berhasil memenuhi lima aspek utama, yakni kualitas, biaya, pengiriman, keselamatan, dan moral.

PHE mampu menjaga likuiditas perusahaan dengan akses dana siap pakai senilai US$1,2 miliar, disertai penghematan biaya pendanaan hingga US$8,3 juta.

Pada aspek pengiriman, dana bisa dicairkan dalam waktu 5 hari kerja dengan opsi perpanjangan tenor. Selain itu, penyelesaian dokumentasi perjanjian juga lebih cepat, hanya 2 bulan, sehingga beban kerja dapat ditekan secara signifikan.

Baca Juga: GAPEKA Jadi Wadah Interaktif di Perayaan 19 Tahun KAI Bandara Yogyakarta

Dampak lainnya adalah meningkatnya kepercayaan dari lembaga keuangan, yang ditunjukkan dengan tidak adanya klausul akselerasi pembayaran dan penerapan hukum Indonesia dalam perjanjian.

Manager Legal Corporate Matters & Business Support PHE, Andono Nugrahadi, menegaskan, "dapat disimpulkan penyusunan perjanjian baseline menjadi standar baru yang disiapkan untuk penyediaan fasilitas pinjaman jangka pendek, serta telah dilakukan berbagi pengetahuan tentang aspek hukum perbankan dan pendanaan di lingkungan Subholding Upstream."

Forum CIP Kantor Pusat Subholding Upstream Pertamina 2025 yang berlangsung pada 16 – 18 September 2025 dengan tema 'Empowering the Future Spirit of Sustainability' menghasilkan 24 GOLD dan 6 SILVER, penghargaan Best Category CIP, serta berhasil menyumbang pengurangan emisi karbon sebesar 62 tCO2e untuk mendukung proyek PLTP Lahendong Unit 5.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini