Jaga Warisan Budaya, Pertamina Hulu Mahakam Dukung Prasasti Yupa Menuju Memori Dunia UNESCO

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Selasa, 30 September 2025 | 07:30 WIB
PHM ambil bagian dalam Sosialisasi Prasasti Yupa Menuju Memory of the World UNESCO yang digelar di Universitas Mulawarman, Senin (8/9). (Dok. PHM)
PHM ambil bagian dalam Sosialisasi Prasasti Yupa Menuju Memory of the World UNESCO yang digelar di Universitas Mulawarman, Senin (8/9). (Dok. PHM)

Nominasi Yupa sebagai Memori Kolektif Dunia UNESCO tidak hanya menekankan perlindungan warisan budaya, tetapi juga membuka ruang diskusi, riset, serta pemanfaatan berkelanjutan yang sejalan dengan SDGs poin 4 (Pendidikan Berkualitas) dan poin 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh).

Baca Juga: Cuci Tangan di Saat yang Tepat, Cara Simpel Cegah Penyakit Sehari-hari

Turut hadir Sekjen Dewan Kebudayaan Nusantara, Ir. Artha Mulya, yang menegaskan pentingnya Musik Tingkilan Kutai sebagai ekspresi otentik masyarakat bahari.

“Musik Tingkilan adalah hasil dari peradaban luhur melalui pertukaran budaya dan bentuk ekspresi otentik orang-orang bahari,” tegasnya.

Sementara itu, Staf Ahli Kementerian Kebudayaan RI, Prof. Dr. Ismunandar, menekankan makna historis Yupa sebagai monumen tertua di Indonesia.

Baca Juga: Pahami! Ini Aturan Baru Berwisata ke Jepang Tahun 2025, Pastinya Biaya Liburan Kini Semakin Mahal

“Prasasti Yupa memiliki makna historis yang sangat penting.

"Monumen ini adalah tulisan pertama di Indonesia sekaligus relik tertua yang tercatat dalam Memori Kolektif Dunia.

"Monumen tersebut juga membuktikan terbentuknya negara awal di Nusantara yang telah aktif menjalin relasi global,” ujarnya.

Baca Juga: Dari Menabung Bisa Dapat Mercy? Cek Program Rejeki Wondr BNI 2025

Dari sisi perusahaan, Manager Communication Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Dony Indrawan, menjelaskan keterlibatan PHM sejalan dengan visi keberlanjutan Pertamina serta UNESCO.

“Kami berupaya mencatat dan mendokumentasikan warisan budaya, mendorong regenerasi agar tetap lestari, menumbuhkan apresiasi masyarakat, serta membuka ruang berkarya bagi para pelaku budaya.

"Semua itu diwujudkan melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat yang berkesinambungan,” jelas Dony.

Baca Juga: 5 Alasan Mandalika Layak Jadi Bucket List, Dari Bukit Memesona sampai Budaya yang Masih Hidup

Ia menambahkan, PHM menggandeng berbagai pemangku kepentingan, mulai dari lembaga swadaya masyarakat, UMKM, hingga perguruan tinggi dalam menjalankan program CSR.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini