Bangkit Lagi! Pasar Seni ITB 2025 Sajikan Ruang Seni yang Inklusif dan Penuh Inovasi

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Rabu, 8 Oktober 2025 | 08:00 WIB
Setelah 11 tahun, Pasar Seni ITB kembali hadir membawa semangat baru untuk merangkul semua kalangan dalam ruang seni yang inklusif dan inovatif.
Setelah 11 tahun, Pasar Seni ITB kembali hadir membawa semangat baru untuk merangkul semua kalangan dalam ruang seni yang inklusif dan inovatif.

Baca Juga: Lebih Nyaman dan Modern! Ini Daftar Lengkap Kereta Ekonomi New Generation 2025

Selain itu, Bank Mandiri menghadirkan promo eksklusif berupa potongan Rp10.000 untuk pembelian tiket wahana interaktif di fitur Sukha dalam aplikasi Livin’ by Mandiri.

Adapun wahana yang dirancang memberikan pengalaman seni yang imersif, inovatif, dan menyenangkan adalah Wahana Dobrak, Wahana Belak Belok, Wahana Immersive Room, Wahana Tendang ke Kandang, dan Wahana Lorong Gorong.

Keterlibatan Bank Mandiri di Pasar Seni ITB 2025 juga menjadi bagian dari semarak perayaan HUT ke-27 Bank Mandiri, yang puncaknya akan digelar di Trans Studio Mall & Trans Convention Center, Bandung pada 25–26 Oktober 2025 yang dikemas dalam event bertajuk Livin’ Fest 2025.

Baca Juga: Telkom Luncurkan AdXelerate, Platform Iklan Digital Berbasis Data Telco Terbesar di Indonesia

Ketua Umum Pasar Seni ITB 2025, Zusfa Roihan mengungkapkan tujuan Pasar Seni ITB 2025 adalah menjadi ruang pertemuan antara kreativitas, teknologi, dan masyarakat.

“Melalui tema ‘Setakat Lekat’, kami melihat adanya realitas baru di mana dunia digital dan dunia nyata bukan lagi dua hal yang terpisah, melainkan saling menguatkan dalam membentuk pengalaman seni kontemporer.” ujar Zusfa.

Kurasi karya dilakukan secara ketat dengan melibatkan elemen masyarakat dari berbagai disiplin ilmu di ekosistem ITB. Hal ini untuk memastikan setiap karya yang tampil memiliki kualitas dan relevansi dengan isu seni masa kini.

Baca Juga: Rekrutmen Umum PLN Group 2025 Ditutup, Tembus 245 Ribu Pelamar

Salah satu pelaku seni yang turut hadir, Isa Perkasa menyebut Pasar Seni ITB sebagai momentum penting bagi kolaborasi dan inovasi seni di Indonesia.

“Pasar Seni ITB 2025 bukan sekadar pameran karya, tetapi laboratorium kreatif di mana kami bisa bereksperimen lintas medium. Teknologi bukan ancaman bagi seni, tapi jembatan untuk memperluas dialog antara seniman dan publik,” tutur Isa.

Festival ini juga didukung oleh berbagai perusahaan dan lembaga mitra yang memiliki komitmen terhadap keberlanjutan dan nilai Environmental, Social, and Governance (ESG).

Baca Juga: Pertamina Dorong Siswa Lebih Cinta Sains Lewat Sekolah Energi Berdikari

Pasar Seni ITB 2025 bukan sekadar festival, melainkan gerakan budaya hidup yang ingin terus melekat di hati masyarakat.

“Kami berharap gelaran ini menjadi standar baru bagi festival seni, tidak hanya megah dan kreatif, tapi juga inklusif dan relevan secara sosial,” tutup Zusfa.

Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan keberagaman, Pasar Seni ITB 2025 siap menjadi panggung masa depan seni Indonesia.

Baca Juga: Pertamina Maksimalkan Pasokan Energi untuk Sukseskan MotoGP Mandalika 2025

Tempat di mana manusia, teknologi, dan budaya saling lekat membentuk dunia yang lebih terbuka dan kreatif.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini