ITDC bekerja sama dengan Look Up Agro, komunitas lokal binaannya, yang berhasil mengumpulkan 4,71 ton sampah makanan.
Limbah tersebut kini tengah melalui proses sortasi dan pengolahan menggunakan metode bio-konversi dengan larva Black Soldier Fly (BSF) dan juga dikomposkan secara lokal dan berkelanjutan.
Baca Juga: Promo DAMRI Twindate 10.10, Ada Diskon 20% Khusus Pembelian Tiket AKAP Hari Ini
Selain mengurangi volume sampah, metode ini menghasilkan produk bernilai tambah, seperti pakan ternak dari maggot dan pupuk organik dari kompos.
Hasilnya akan dimanfaatkan kembali oleh komunitas Look Up Agro, sementara kompos digunakan untuk mendukung program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Integrated Farming System ITDC bagi petani binaan di kawasan The Mandalika.
Dengan pendekatan holistik berbasis Ekonomi Sirkuler, ITDC menciptakan sistem di mana limbah dari sektor event hospitality menjadi sumber daya bagi sektor pertanian setempat.
Baca Juga: MediaMIND 2025 dan SRE Ajak Mahasiswa Angkat Inovasi Tambang Berkelanjutan
Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi sumber daya, tetapi juga mengurangi emisi karbon dari pembusukan limbah makanan yang menghasilkan gas metana, salah satu gas rumah kaca paling kuat.
Melalui pengelolaan sampah makanan yang terstruktur ini, ITDC berupaya menerapkan prinsip carbon neutral, yaitu menetralkan jejak karbon dari sisa makanan melalui proses pengomposan dan pengelolaan maggot.
Untuk memastikan klaim ini memiliki dasar ilmiah dan kredibilitas global, ITDC menggandeng Control Union Indonesia, lembaga independen bereputasi internasional yang melakukan verifikasi keberlanjutan.
Baca Juga: Bukit di Bali yang Tak Kalah Indah dari Pantai dan Lokasi Tepat Memburu Matahari Pagi atau Sore
Proses tersebut meliputi penghitungan jejak karbon, audit pengelolaan limbah, serta penilaian dampak lingkungan secara menyeluruh.
Langkah ini menegaskan komitmen ITDC tidak hanya pada pengurangan emisi, tetapi juga pada transparansi dan akuntabilitas dalam setiap inisiatif ESG yang dijalankan.
“Melalui Integrated Food Surplus Program ini, bersama komunitas Bank Sampah setempat, kami berkolaborasi semakin memantapkan penerapan Ekonomi Sirkuler, mengedepankan optimalisasi sumber daya dalam pengelolaan makanan berlebih secara berkelanjutan dan bertanggung jawab, memberdayakan masyarakat setempat, memastikan upaya kolektif ini memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan juga perusahaan serta pemangku kepentingan lainnya secara holistik,” ujar Rannie Kamil, Destination Research & ESG Division Head ITDC.
Baca Juga: Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA Sederajat Sedang Dibuka PT MUM, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Artikel Terkait
Kolaborasi ITDC dan Polda NTB Hadirkan Mandalika Aman, Nyaman, dan Harmonis
ITDC dan Tenant The Nusa Dua Distribusikan Bantuan Tahap I & II untuk Korban Banjir di Bali
ITDC Bersama Tenant Gelar Pelepasan Tukik di The Nusa Dua, Meriahkan Road to Nusa Dua Festival 2025
Gelar Doa Bersama, Pemkab Lombok Tengah dan ITDC Siap Sukseskan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025
ITDC dan HICC Latih 60 UMKM Pedagang Pantai The Nusa Dua untuk Tingkatkan Kualitas Layanan Wisata