Komisi VI DPR RI juga menyetujui beberapa langkah strategis seperti percepatan restrukturisasi utang dan penyediaan modal kerja oleh Danantara sebesar USD500 juta, pengendalian tata niaga impor, hingga percepatan implementasi instrumen perlindungan pasar baja domestik.
Selain itu, sinergi dengan berbagai industri juga akan digencarkan dalam mendukung Asta Cita serta menjadikan Krakatau Steel Group sebagai one stop services yang mewakili pemerintah dalam memperkuat industri baja nasional.
Baca Juga: Ampupu Kembar Kintamani, Spot Alam Kekinian di Antara Gunung dan Danau
“Semua anggota Komisi VI DPR RI mendukung upaya perbaikan untuk Krakatau Steel sebagai industri baja nasional ini bisa lebih maju lagi, dan ini sangat erat kaitannya dengan kebijakan-kebijakan Pemerintah yang harus terus kita dorong,” jelas Pimpinan Rapat Dengar Pendapat sekaligus Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Adisatrya Suryo Sulisto.
“Krakatau Steel Group mendukung penuh arah hilirisasi nasional yang menjadi bagian dari Asta Cita hilirisasi Pemerintah."
" Keterlibatan dalam industri stainless bukan hanya langkah bisnis, tetapi juga strategi jangka panjang untuk memperkuat economic security nasional untuk kemajuan industri baja di Indonesia,” ujar Akbar Djohan yang juga menjabat sebagai Chairman IISIA dan Chairman ALFI/ILFA. ***
Artikel Terkait
Dukung Program MBG, Krakatau Steel Produksi Food Tray Berbahan Minyak Nabati Sebanyak 1 Juta Unit per Bulan
Krakatau Steel Bangun Jembatan Gantung, Dorong Kesejahteraan Warga Lebak Banten
Krakatau Steel Fokus Perkuat Ketahanan Industri Baja Nasional di Tengah Persaingan Global
Krakatau Steel Bersama DPR Menyelamatkan Industri Baja Nasional sebagai Pondasi Pembangunan Indonesia
Krakatau Steel dan KKP Perkuat Sinergi untuk Kedaulatan Maritim Nasional