Dual Completion Velocity String Elnusa Dongkrak Produksi Migas di PHR Zona 1

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Sabtu, 18 Oktober 2025 | 07:30 WIB
Elnusa dan PHR Zona 1 sukses tingkatkan produksi migas lewat inovasi Dual Completion Velocity String, teknologi baru yang efektif mencegah cross flow antar reservoir. (Dok. Elnusa)
Elnusa dan PHR Zona 1 sukses tingkatkan produksi migas lewat inovasi Dual Completion Velocity String, teknologi baru yang efektif mencegah cross flow antar reservoir. (Dok. Elnusa)

Kabar BUMN — PT Elnusa Tbk (ELNUSA IDX: ELSA) bersama Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 – Field Jambi sukses mencatat peningkatan produksi signifikan pada Sumur PPS-X19 dan PPS-12.

Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi teknik antara Elnusa dan PHR Zona 1 melalui penerapan inovasi Dual Completion Velocity String, yang untuk pertama kalinya digunakan di lapangan migas darat.

Direktur Operasi Elnusa, Andri Haribowo, menjelaskan bahwa inovasi tersebut menjadi salah satu terobosan penting dalam upaya optimalisasi produksi migas dari Struktur Puspa Asri di Jambi.

Baca Juga: Ada Lagi Lowongan Magang BUMN dari PFN, Sedang Dibuka Posisi Manajemen Event

“Elnusa terus berinovasi melalui pengembangan teknologi, termasuk penerapan Dual Completion Velocity String dan solusi tepat guna lainnya, guna mendukung peningkatan produksi migas bagi perusahaan-perusahaan pengguna jasa Elnusa,” ujar Andri.

Teknologi Dual Completion Velocity String ini merupakan pengembangan dari lini Coiled Tubing Services milik Elnusa yang menggunakan Permanent Coiled Tubing untuk memungkinkan sistem dual completion dan mencegah terjadinya cross flow.

Sebagai informasi, kegiatan komplesi sumur adalah proses akhir yang dilakukan untuk menyiapkan sumur agar dapat diproduksi atau diinjeksi setelah pengeboran selesai dilakukan.

Baca Juga: Ragam Makanan Murah yang Mudah Ditemukan di Jaringan 7-eleven di Bangkok

Melalui penerapan sistem dual completion, dua reservoir dengan tekanan berbeda bisa diproduksikan bersamaan tanpa saling mengganggu.

Biasanya, produksi ganda semacam ini berisiko menimbulkan cross flow yang dapat menyebabkan reservoir dengan tekanan lebih rendah berhenti memproduksi. Dengan teknologi ini, potensi tersebut dapat dihindari.

Solusinya, dua jalur produksi dipisahkan menuju tangki produksi di permukaan.

Baca Juga: Peringati Hari Istimewa, PLN Indonesia Power Salurkan Bantuan Sosial Rp3,03 Miliar Ke 10.000 Penerima Manfaat

Lapisan bawah dialirkan melalui Coiled Tubing, sedangkan lapisan atas mengalir melalui annulus di antara tubing produksi dan Coiled Tubing. Desain ini memastikan aliran dari kedua reservoir tetap stabil dan terkontrol.

Hasil implementasi teknologi tersebut pada Sumur PPS-X19 menunjukkan lonjakan produksi minyak dari 442 barel per hari (BOPD) menjadi 1.418 BOPD.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini