Sedangkan pada Sumur PPS-12, produksi meningkat tajam dari 73 BOPD menjadi 507 BOPD, menandakan keberhasilan besar dari penerapan inovasi ini.
Baca Juga: Bukit Menoreh, Puncak Tertinggi di Kulon Progo untuk Menikmati Keindahan Yogyakarta dari Ketinggian
Keberhasilan tersebut membuat PHR Zona 4 tertarik untuk mengadopsi Dual Completion Velocity String pada dua sumur di wilayah mereka.
Rencana berikutnya, penerapan serupa akan dilakukan pada beberapa sumur tambahan di tahun 2026 sebagai langkah lanjutan pengembangan.
Implementasi inovasi Dual Completion Velocity String menjadi tonggak penting bagi Elnusa dalam mendukung peningkatan produksi migas nasional.
Baca Juga: TASPEN Serahkan Manfaat THT dan Pensiun kepada Budi Gunawan
Selain menjadi solusi teknis yang efektif, langkah ini turut mendukung program pemerintah untuk memperkuat ketahanan dan swasembada energi di masa depan.
Dengan pengalaman dan kemampuan teknis yang mumpuni, Elnusa siap memperluas penerapan teknologi ini di berbagai lapangan migas lainnya.
Upaya ini sekaligus mempertegas komitmen perusahaan dalam membantu pencapaian target pembangunan sektor energi nasional. ***
Artikel Terkait
Ambil Bagian Sukseskan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025, Elnusa Petrofin Pastrikan Distribusi BBM Aman dan Andal
Pemkab Sumenep dan Elnusa Sepakat Lanjutkan Kolaborasi, Pembangunan Air Strip Akan Diperkuat
Elnusa Catat Value Creation Rp197,7 Miliar Lewat Ajang Continuous Improvement Program 2025
Elnusa Dorong Ekonomi Sirkular di Desa Mundu, Ubah Sampah Jadi Sumber Penghasilan
Elnusa Trans Samudera Sukses Tuntaskan Proyek Survei Seismik Laut di Thailand Tanpa Insiden