Ia menambahkan, PHI berkomitmen untuk menjalankan program dan inisiatif penurunan emisi, efisiensi energi, pengelolaan limbah, konservasi flora dan fauna, serta pemanfaatan energi baru dan terbarukan dalam kegiatan operasi hulu migas.
Baca Juga: KAI Perkuat Peran Stasiun Semarang Tawang sebagai Simpul Heritage dan Konektivitas Modern
“Sejalan dengan kebijakan keberlanjutan Subholding Upstream Pertamina dan PT Pertamina (Persero), kami berkomitmen untuk menjalankan operasi hulu migas rendah karbon guna mendukung pencapaian net zero emission Indonesia di tahun 2060 atau lebih cepat,” tuturnya.
Langkah Perusahaan selaras dengan upaya pemerintah dalam mengurangi jumlah karbon di atmosfer dan mengurangi kerentanan terjadinya bencana alam, kerusakan lingkungan, hingga mencegah dampak pemanasan global.
Sementara itu, Implementation Manager IKI JET, GIZ Indonesia, Ade Cahyat, mengapresiasi PHM dalam mengembangkan energi terbarukan melalui pengelolaan sampah di TPAS Manggar.
Baca Juga: Pulau Tabuhan, Destinasi Sempurna untuk Menikmati Liburan Tropis di Banyuwangi
“Kami sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk mengunjungi Program Wasteco dan melihat langsung implementasi partisipasi masyarakat dalam pengembangan energi terbarukan dan diversifikasi ekonomi,” ungkapnya.
Di Program Wasteco, PHM mengadopsi enam teknologi eksplorasi hulu migas dalam pemanfaatan gas metana. Program ini telah mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual dan Hak Paten dari Kementerian Hukum & HAM RI.
“Kami ingin memastikan bahwa program ini dapat menjadi wujud kebermanfaatan keberadaan operasi hulu migas lebih dari peran utamanya dalam menghasilkan produksi migas bagi Indonesia,” imbuh Dony.
Volume sampah di Kota Balikpapan mencapai sekitar 385 ton per hari dengan potensi produksi gas metana di TPAS Manggar sebesar 1,5 juta meter kubik per tahun.
Dari potensi tersebut, saat ini yang sudah dimanfaatkan sebesar 820.800 meter kubik per tahun yang dinikmati oleh 380 rumah tangga atau 1.520 jiwa.
Selain itu, keberadaan Wasteco turut menggerakkan perekonomian sekitar yang ditandai dengan lahirnya 29 UMKM baru dan kelompok bank sampah yang melibatkan 113 warga dari tiga RT sekitar.
Baca Juga: Pertamina Hulu Indonesia Sabet Empat Penghargaan di MRA 2025 Berkat Program Relasi Media
Selain itu, menurut Dony, program ini juga berhasil menekan biaya memasak rumah tangga hingga Rp456 juta per tahun, dengan mengurangi total penggunaan elpiji 3 kg sebanyak 16.800 tabung per tahun.
Artikel Terkait
Dari Pantai hingga Kantor, PHM Laksanakan Aksi Lingkungan Terpadu di Seluruh Wilayah Operasi
Lapangan Migas PHM Dikunjungi Direktur PHE, Fokus pada HSSE dan Efisiensi Operasional
Badan Dakwah Islam PHM Bangun Semangat Belajar, Anak Yatim di Samboja Dapat Bantuan Perlengkapan Sekolah
Wujud Kepedulian PHM, Pondok Pesantren di Samboja Kini Punya Fasilitas Mandi Baru
Menyalakan Semangat Belajar, PHM Hadirkan Program Edukasi untuk Masyarakat Kutai Kartanegara