ITDC Kembali Gelar The Nusa Dua Festival 2025, Hadirkan Beauty Harmony Seni, Budaya, dan Pariwisata Berkelas Dunia

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Minggu, 26 Oktober 2025 | 06:00 WIB
ITDC kembali menggelar The Nusa Dua Festival 2025 dengan tema "Beauty Harmony" di Pulau Peninsula, The Nusa Dua. (Dok. ITDC)
ITDC kembali menggelar The Nusa Dua Festival 2025 dengan tema "Beauty Harmony" di Pulau Peninsula, The Nusa Dua. (Dok. ITDC)

Kabar BUMN - InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), pengembang sekaligus pengelola kawasan pariwisata The Nusa Dua, kembali menggelar perayaan budaya dan kreativitas masyarakat melalui The Nusa Dua Festival 2025.

Mengusung tema “Beauty Harmony”, festival ini menjadi ajang pertemuan antara musik, seni, dan keindahan destinasi wisata yang berpadu harmonis di Pulau Peninsula, The Nusa Dua.

Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, menjelaskan, “Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1996, kegiatan ini dikenal dengan nama Nusa Dua Fiesta, sebuah perayaan tahunan yang menjadi ajang promosi pariwisata, budaya, dan kreativitas masyarakat di kawasan The Nusa Dua.

Baca Juga: Bingung Cari Spot Piknik Asyik di Singapura? Ini 10 Rekomendasinya!

"Selama bertahun-tahun, Nusa Dua Fiesta tumbuh menjadi wadah kolaborasi antara masyarakat lokal, pelaku usaha, seniman, dan pengelola kawasan dalam menghadirkan ragam hiburan, seni, serta produk kreatif.”

Setelah sempat vakum selama lima tahun sejak 2020 akibat pandemi dan perubahan dinamika pariwisata global, ITDC kini menghadirkan kembali festival ini dengan semangat baru dan nama baru: The Nusa Dua Festival.

Pergantian nama tersebut menjadi simbol transformasi, kreativitas, dan pembaruan, menjadikan festival ini semakin inklusif, modern, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat dan industri pariwisata.

Baca Juga: Cegah Sengketa, TJSL Pindad dan BPN Malang Sosialisasikan Pentingnya Legalitas Tanah

Antusiasme masyarakat terhadap kembalinya The Nusa Dua Festival terlihat luar biasa.

Tahun ini, lebih dari 1.800 masyarakat lokal turut berpartisipasi.

Tercatat 13 kontingen pawai parade dengan 910 peserta dari hotel dan banjar adat, 100 anak dari desa penyangga yang menampilkan Tari Pendet Massal, 480 pelaku UMKM dari paguyuban lokal, serta 240 peserta lomba parade budaya turut memeriahkan acara.

Baca Juga: Tinjau Progres Peledakan, Dirops Dahana Dorong Kinerja di PLTA Upper Cisokan

Tak ketinggalan, 36 pecalang atau petugas keamanan tradisional juga dikerahkan untuk menjaga ketertiban dan keamanan selama festival berlangsung.

Selain itu, festival ini juga menggandeng 30 tenant F&B, 17 tenant hotel dan fasilitas pendukung, serta 4 kelompok UMKM binaan ITDC yang bergerak di sektor kuliner, kriya, perhiasan, dan paguyuban lokal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini