Melalui inovasi teknologi, sinergi bisnis, dan penerapan budaya sadar biaya di seluruh lini operasi, program ini memastikan tercapainya target produksi dengan biaya lebih rendah — tanpa mengorbankan aspek keselamatan kerja (HSSE) dan tetap menjaga kinerja operasional yang unggul.
Baca Juga: Rekomendasi Kafe dengan Konsep Roastery Slow Bar, Pengalaman Minum Kopi yang Lebih Personal
“Capaian cost optimization melalui program Optimus terus menunjukan tren peningkatan dari tahun ke tahun.
"Harapannya ke depan ini terus dapat ditingkatkan, dan menjadikan cost optimization sebagai budaya dalam pengelolaan bisnis di lingkungan Subholding Upstream,” ujar Corporate Secretary Subholding Upstream Pertamina, Hermansyah Y Nasroen.
Tidak hanya fokus pada efisiensi biaya, dalam jangka panjang program Optimus juga diarahkan untuk selaras dengan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG).
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen PHE untuk mendukung target nasional menuju Net Zero Emission 2060, sekaligus memastikan bahwa efisiensi dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan dalam setiap aktivitas bisnis migas Pertamina.
Dengan strategi berkelanjutan ini, PHE menegaskan posisinya sebagai motor utama efisiensi dan inovasi di sektor hulu migas Indonesia — menghadirkan kinerja unggul yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga berkontribusi nyata bagi masa depan energi hijau nasional.***
Artikel Terkait
Inovasi CR7 PHE Hemat Hingga 132,9 Miliar Rupiah
PHE Gelar Vendor Day 2025, Perkuat Sinergi dengan Penyedia Barang dan Jasa untuk Jaga Ketahanan Energi Nasional
Kolaborasi PHE ONWJ dan ENP, Optimalkan Potensi Gas Bumi dari Wilayah Kerja ONWJ
PHE Tegaskan Komitmen Perkuat Ketahanan Energi dan Akselerasi Keberlanjutan di APOGCE 2025
PHE Bersama PETRONAS Tandatangani FOA Kontrak Bagi Hasil Blok Bobara