Jelang DCVMN ke-26 di Bali, Bio Farma Bersama Produsen Vaksin Dunia Tegaskan Komitmen Bangun Ketahanan Kesehatan Global

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Selasa, 28 Oktober 2025 | 11:00 WIB
Bio Farma menjadi bagian sekaligus co-host daam penyelenggaraan 26th DCVMN Annual General Meeting (AGM) di Bali pada 29–31 Oktober 2025. (Dok. Bio Farma)
Bio Farma menjadi bagian sekaligus co-host daam penyelenggaraan 26th DCVMN Annual General Meeting (AGM) di Bali pada 29–31 Oktober 2025. (Dok. Bio Farma)

Kabar BUMN - Menjelang penyelenggaraan 26th Developing Countries Vaccine Manufacturers Network (DCVMN) Annual General Meeting (AGM) di Bali pada 29–31 Oktober 2025, jejaring produsen vaksin dari negara berkembang ini menegaskan kembali komitmennya untuk memperkuat ketahanan kesehatan global.

Pertemuan yang mengusung tema “Advancing Innovation and Building a Resilient Vaccine Ecosystem for a Safer World” ini akan mempertemukan produsen vaksin, lembaga kesehatan global, dan mitra strategis internasional.

DCVMN memandang forum tahunan ini sebagai momentum penting untuk memperkuat suara produsen vaksin dari negara berkembang, menampilkan pencapaian ilmiah dan operasional, sekaligus mempererat kemitraan guna mengubah inovasi menjadi pasokan vaksin yang berkelanjutan, relevan secara lokal, dan terjangkau bagi semua.

Baca Juga: Pertamina Tanam Harapan Bersama Petani Desa Sobokerto, Energi Surya Hidupkan Kembali Lahan Kering

Sepanjang tahun 2025, DCVMN aktif mengubah pengalaman nyata para produsen di lapangan menjadi solusi konkret yang bisa diimplementasikan.

Jaringan ini telah menghadirkan perspektif praktis dalam lebih dari 150 pertemuan dan komite resmi bersama organisasi internasional dan mitra global.

CEO DCVMN Rajinder Suri juga terus menyuarakan advokasi penting di berbagai forum dunia mengenai kepastian regulasi, alih teknologi, ketahanan pasokan, dan akses vaksin yang adil.

Baca Juga: Kali Odo, Tempat Ciblon di Kabupaten Semarang dengan Air Sebening Kristal dari 7 Sumber Mata Air Alami

Kontribusi nyata DCVMN juga diwujudkan lewat kelompok kerja (Working Groups) yang beranggotakan para pakar di bidangnya.

Kelompok ini telah menghasilkan tiga publikasi ilmiah terindeks, serta mengembangkan modul e-learning, analisis teknis, dan position paper yang dibagikan secara luas kepada para pemangku kepentingan global.

Bahkan, sepanjang 2015–2021, DCVMN berhasil mencatat lebih dari 115 kolaborasi South-to-South, menandakan kuatnya peran jaringan ini dalam menjembatani dialog menjadi aksi nyata.

Baca Juga: BTN Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1 Bidang Teknologi Informasi, Simak Persyaratannya

Dalam AGM ke-26 di Bali, peserta akan membahas sejumlah prioritas strategis global yang relevan dengan tema utama.

Para ahli akan menelaah dampak prospek ekonomi dunia tahun 2025 terhadap pembiayaan kesehatan publik dan keterjangkauan vaksin, serta membahas penyelarasan regulasi agar lebih adaptif terhadap kebutuhan produsen di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini