Baca Juga: Bangga! Mie Ongklok Wonosobo Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2025
Didi menjabarkan ketujuh program prioritas budaya tersebut yaitu; Customer Centric Culture, Next Process is Our Customer, Budaya Peningkatan Pendapatan, Budaya Penghapusan Kemubadziran, Wellbeing, Beyond kWh Revenue, dan Safety Culture.
Ia menambahkan, implementasi nilai dan perilaku dalam transformasi organisasi dijalankan oleh lebih dari 11.000 culture ranger di seluruh unit PLN Group.
Hasilnya, Employee Engagement Index PLN mencapai skor 89, jauh di atas rata-rata Perusahaan benchmark di Qualtric, baik Indonesia, Asia dan Perusahaan Fortune 500.
Baca Juga: BULOG Perkuat Sinergi dengan BUMN Karya untuk Bangun 100 Infrastruktur Pasca Panen
“Skor GPTW sebesar 92 ini menjadi tolak ukur kualitas organisasi yang baik, bahwa PLN adalah rumah bagi para insan yang merasa dihargai, dipercaya, dan termotivasi untuk memberikan yang terbaik.
"Transformasi organisasi yang kami lakukan ini menciptakan lingkungan kerja yang produktif, kolaboratif, dan membahagiakan,” pungkas Didi.
Melalui pencapaian ini, PLN meneguhkan diri sebagai perusahaan yang tidak hanya fokus pada kinerja bisnis dan layanan pelanggan, tetapi juga menempatkan kesejahteraan, kesetaraan, dan kebahagiaan pegawai sebagai kunci keberhasilan transformasi berkelanjutan.***
Artikel Terkait
Bakar Semangat Berjuang Anak Muda, PLN EPI Gelar Pelatihan Barista
Tak Sekadar Terangi Desa, PLN Juga ‘Menyinari’ Ladang Bunga Krisan di Tomohon
Dorong Standardisasi Pasokan dan Ekonomi Desa, PLN EPI Luncurkan Marketplace Biomassa untuk Cofiring
Cahaya Baru untuk Ndona Timur, PLN Terangi 7 Desa di Kabupaten Ende
Indonesia Tegaskan Aksi Nyata Menuju NZE 2060 di COP30, PLN Siap Jadi Penggerak Transisi Energi Nasional