Teknologi ini memungkinkan pengambilan cadangan minyak dan gas bumi secara maksimal dari satu sumur horizontal sehingga produksi dapat meningkat signifikan.
Sebagai kelanjutan dari keberhasilan sumur MSF pertama di tahun 2024, implementasi MSF lanjutan dilakukan di sumur KB570, Lapangan Kotabatak, Zona Rokan, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.
Baca Juga: 1,2 Juta AgenBRILink Catat Transaksi Rp1.294 Triliun dalam Sembilan Bulan
Sepanjang tahun 2025, PHR menargetkan tajak beberapa sumur Horizontal Multistage Fracturing (HZ MSF) di Lapangan Kotabatak dan Balam South East.
Pada tahun 2026, target ini akan terus meningkat dan meluas, meliputi Lapangan Kotabatak, Bangko, dan Balam South East.
Milestone pengembangan program HZ MSF diharapkan terus meningkat setiap tahun dengan cakupan lapangan yang lebih luas serta biaya pemboran yang semakin efisien.
Baca Juga: Destinasi Christmas Market Terbaik di Eropa, Hadirkan Pengalaman Libur Nataru yang Tak Terlupakan
Pada tahun 2026, Pertamina menargetkan replikasi ke beberapa sumur MSF lain di berbagai wilayah operasi untuk memastikan sektor hulu migas tetap aman, efisien, dan produktif, sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional.***
Artikel Terkait
Pahlawan Muda Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa: Penjaga Masa Depan Bangsa
Hadiri COP30 Brasil, Pertamina Siap Jadi Pemimpin Regional Pengembangan SAF
Pertamina Drilling Catat Value Creation Rp898 Miliar dalam Drilling Innovation Forum 2025
Pertamina SEHATI Perkuat Aksi Nyata untuk Menekan Angka Stunting
Saat Inovasi Selamatkan Rig: SubGyro Pertamina Drilling Jadi Standar Baru