Teknologi tersebut mencakup irigasi berbasis soil sensor, mesin pengering padi hasil produksi komunitas, hingga sistem pemantauan berbasis Internet of Things (IoT).
Baca Juga: Saat Inovasi Selamatkan Rig: SubGyro Pertamina Drilling Jadi Standar Baru
Beragam teknologi ini memberikan kontribusi pada peningkatan akses energi bersih, pertumbuhan ekonomi desa, dan pengurangan signifikan emisi karbon.
Ia menekankan bahwa kehadiran Pertamina di COP30 merupakan kesempatan penting untuk memperluas pengetahuan serta membuka peluang kerja sama internasional.
“Untuk mencapai hal tersebut, Pertamina mengajak keterlibatan mitra melalui pendanaan bersama untuk sistem energi terbarukan serta teknologi yang diadopsi secara lokal maupun program peningkatan kapasitas berupa pelatihan atau pendampingan program."
Baca Juga: Selamat Tinggal Mual! Cara Ampuh Atasi Mabuk Laut di Atas Ombak
"Implementasi teknologi tersebut dapat memperluas akses energi bersih sekaligus meningkatkan produktivitas untuk meningkatkan kemandirian desa,” tambah Pretty.
Selain itu, Pretty menyebutkan bahwa kemiripan karakter geografis dan budaya antara Indonesia dan Brazil membuka ruang baru untuk saling berbagi praktik terbaik, termasuk peluang kerja sama kunjungan lapangan maupun pengembangan teknologi.
Pertamina berharap kerja sama lintas negara tersebut dapat mempercepat proses transisi energi sekaligus memperkuat ketahanan iklim dan energi komunitas lokal.
Baca Juga: Operasional PTBG Sei Rokan Dimulai, PTPN IV Regional III Melesatkan Pemanfaatan EBT Sawit
Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan bahwa langkah mengenalkan DEB kepada berbagai pemangku kepentingan juga bagian dari upaya menampilkan keberagaman budaya Indonesia yang beriringan dengan komitmen transisi energi.
"Dalam kegiatan COP30, Pertamina banyak melakukan diskusi dan berbagi informasi dengan para stakeholder, terutama terkait energi transisi dan upaya menjaga perubahan iklim."
"Interaksi antara Pertamina dengan para stakeholder, seperti akademisi di Belem ini, diharapkan dapat memberi paradigma baru untuk pengembangan DEB ke depan,” jelas Baron. ***
Artikel Terkait
Selamat Tinggal Mual! Cara Ampuh Atasi Mabuk Laut di Atas Ombak
PT MUM Buka Peluang Karier Baru untuk Profesional Muda, Cek Syaratnya!
Undi-Undi Hepi Telkomsel 2025 Dibuka Lagi, Hadiah Utama Makin Menggoda
Lampaq Keliling Sirkuit Mandalika Kini Bisa Pakai Bus, Segini Tarifnya
Saat Inovasi Selamatkan Rig: SubGyro Pertamina Drilling Jadi Standar Baru