“Dari hasil Demplot awal ini kita arahkan SHS dapat mulai memasok beras ke Perum Bulog baik untuk mengisi Cadangan Beras Pemerintah atau stok beras komersial Bulog, yang terpenting mulai saja dulu, sambil secara bertahap kita tingkatkan produksi beras SHS,” ujar Arief.
Lebih lanjut, ia meyakini, kerja sama ini merepresentasikan Closed Loop pertanian yang baik melalui pola kemitraan agribisnis hulu-hilir dengan ekosistem yang terintegrasi.
Ini juga sebagai wahana bagi pengembangan teknik pertanian yang inovatif, dengan fokus pada efisiensi sumber daya, penggunaan teknologi modern, dan praktik pertanian yang berkelanjutan.
“Dengan kerja sama yang baik bersama Kementerian/Lembaga terkait, diantaranya bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan BUMN, kita sudah siapkan aspek pendukungnya dari mulai pupuk, teknologi, teknik budidaya, sistem logistik, serta jaminan pasar atau off taker-nya,” ungkapnya.
Dengan model seperti ini, Arief berharap penguatan stok pangan menghadapi krisis pangan khususnya beras dapat memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan nasional sebagaimana ditekankan Presiden Joko Widodo dalam berbagai kesempatan.
Baca Juga: Dukung Pengurangan Emisi Karbon, PLN Dapat Predikat Green Rating di Green Economic Forum 2023
Sementara itu, Sekretaris Utama NFA Sarwo Edhy mengatakan, pada uji coba penanaman ini akan dijalankan melalui 3 pola demplot dengan melibatkan 3 teknologi yang berbeda.
“Dari 3 skema tersebut akan dinilai dan dipilih mana pola budidaya yang menghasilkan produktivitas paling baik, selanjutnya akan diterapkan dan dikembangkan pada 3.200 Ha lahan SHS dan lahan di luar dengan target 500 ribu Ha,” ungkapnya.
Direktur Utama ID FOOD Frans Marganda Tambunan yang hadir menyaksikan penandatanganan MoU, mendorong SHS untuk mengerahkan segala potensi yang ada sehingga kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi upaya peningkatan kesejahteraan petani serta kemajuan industri pangan nasional.
"Kita tunjukkan bahwa SHS sebagai satu-satunya anak perusahaan BUMN yang bergerak di bidang perbenihan ini bisa diandalkan untuk kebangkitan Pertanian, khususnya padi," ujarnya.
Lebih lanjut Direktur Utama SHS Adi Cahyono Nugroho menjelaskan rencana SHS ke depan untuk membangun kerja sama pengadaan gabah/beras dengan Perum BULOG baik melalui skema pengadaan CBP maupun komersial.
Baca Juga: BULOG Gelar Operasi Pasar Daging Melalui ALFAMIDI
Ia meyakini melalui kolaborasi dan sinergi semacam ini, SHS dapat berkontribusi dalam pewujudan Closed Loop Pangan yang tengah dibangun NFA.
"Kita akan bikin semacam value chain dengan BULOG bagaimana kita bisa di daerah sentra-sentra pangan kita bikin resi gudang di situ untuk kita sambungkan dengan BULOG untuk suplai gabah maupun beras," ungkapnya.***
Artikel Terkait
BULOG Gelar Operasi Pasar DagingĀ Melalui ALFAMIDI
BULOG Berangkatkan 300 Peserta Mudik Gratis BUMN 2023
BULOG Cadangkan Beras Impor Untuk Stabilisasi Harga
Waspada Penipuan Rekrutmen Perum BULOG, Begini Cara Membedakan Undangan Tes Seleksi yang Resmi dan Palsu
Lowongan Kerja BUMN untuk Lulusan D4 dan S1, Perum Bulog Buka 12 Posisi