Kementerian ESDM Awasi Operasional Pertamina di Sumsel, Fokus pada Produksi dan K3

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Sabtu, 22 November 2025 | 17:00 WIB
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan tata kelola operasional, tingkat produksi, dan standar keselamatan kerja Pertamina tetap sesuai ketentuan yang berlaku.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan tata kelola operasional, tingkat produksi, dan standar keselamatan kerja Pertamina tetap sesuai ketentuan yang berlaku.

Sepanjang Januari sampai 31 Oktober 2025 (year to date/YTD), angka operasi realisasi produksi minyak Lapangan Prabumulih mencapai 10.586 BOPD, atau 130 % dari target yang ditetapkan.

Baca Juga: Upgrade Pengelolaan Migas, PHE Fokus pada Modernisasi Lapangan Mature

Pada periode yang sama, Lapangan Prabumulih berhasil mencatat produksi gas sebesar 117,84 MMSCFD atau 104% dari target

Sejauh ini, Lapangan Prabumulih menyuplai kebutuhan minyak mentah untuk Kilang Plaju dan gas rumah tangga maupun industri di Sumatera Selatan.

Aliran gas dari Lapangan Prabumulih mampu memenuhi kebutuhan pabrik pupuk hingga pasokan untuk kebutuhan cadangan gas Pulau Jawa.

Baca Juga: 6 Tips Cerdas Mengemas Pakaian Tebal untuk Liburan Musim Dingin, Hemat Ruang dan Cegah Kelebihan Muatan

Sementara itu, Refinery Unit (RU) III Plaju merupakan kilang minyak tertua di Indonesia dan memiliki kapasitas mencapai 120 MBSD, atau sekitar 12% dari total kapasitas kilang Pertamina. Dengan jumlah pekerja hampir 1.000 orang, kilang tersebut memproduksi solar dan biosolar, pertalite hingga avtur.

Selain itu, kilang Plaju juga memproduksi material lain yakni Nafta dan minyak gas vakum berat (Heavy Vacuum Gas Oil/HVGO).

Kilang Plaju dalam operasionalnya terus memastikan pemantauan emisi dilakukan secara ketat sesuai regulasi. Saat ini, Kilang Plaju mengoperasikan titik pemantauan otomatis melalui Continuous Emission Monitoring System (CEMS) dan melakukan pemantauan manual pada titik-titik emisi yang menjadi kewajiban kilang.

Baca Juga: Diskon Tiket PELNI Hadir Lagi, Nikmati Potongan Harga 20% untuk Periode Nataru 2025/2026

Seluruh kegiatan monitoring dilakukan secara berkala dan telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron di tempat terpisah menegaskan, Perseroan terus berkomitmen untuk meningkatkan penerapan aspek keamanan di semua fasilitas Pertamina.

“Pertamina terus memastikan aspek keselamatan bagi seluruh fasilitas Pertamina termasuk fasilitas produksi migas serta infrastruktur layanan energi untuk masyarakat. Komitmen tersebut sejalan dengan langkah transformasi Pertamina," jelas Baron.

Baca Juga: Sambut HUT ke-11, PTP Nonpetikemas Gelar Aksi Donor Darah, 140 Kantong Diserahkan ke PMI

Kunjungan juga dilaksanakan ke Pusat Pelatihan (Training Center/TC) Sungai Gerong. TC Sungai Gerong memiliki fasilitas lengkap untuk pelatihan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang telah berjalan sejak tahun lalu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini