Setiap pergerakan mobil tangki dipantau melalui koordinasi antara Integrated Terminal, depot setempat, AMT, pihak berwenang, dan Road Traffic Control (RTC) yang siaga 24 jam.
“AMT kami selalu mendapatkan briefing keselamatan, termasuk pembaruan informasi jalur yang aman. Keselamatan tetap nomorsatu, namun komitmen menjaga suplai energi juga menjadi tanggung jawab moral bagi kami,” jelas Fahrougi.
Selama masa bencana, Pertamina terus menjaga ketersediaan BBM di SPBU, mendukung kebutuhan BBM untuk alat berat pembersihan material longsor, kendaraan darurat, hingga suplaike wilayah yang terisolasi.
Baca Juga: PLN Terbangkan Genset untuk Listriki RSUD Datu Baru, Pastikan Objek Vital Beroperasi Maksimal
“AMT tetap menjalankan distribusi di tengah bencana menjadi wujud nyata peran Pertamina dalam menyediakan energi, terutama di saat masyarakat membutuhkan. Mereka adalah garda terdepan dalam menjaga keandalan pasokan energi bagi masyarakat,” tandas Fahrougi.***
Artikel Terkait
Pertamina Patra Niaga Sumbagut Pastikan Pasokan BBM Aman untuk Sukseskan PON XXI Aceh-Sumut 2024
Pertamina Patra Niaga Sumbagut Bersama Stakeholder Tinjau Kualitas BBM di SPBU Medan
Distribusi BBM Mulai Pulih, Pertamina Patra Niaga Sumbagut Genjot Penyaluran di Sumatera Barat
Skid Tank LPG Diberangkatkan, Pertamina Patra Niaga Sumbagut Bantu Warga Sibolga dan Nias
Upaya Terkoordinasi Pertamina Patra Niaga Sumbagut untuk Menjaga Kelancaran Distribusi Energi di Sumbar