Ia melanjutkan bahwa perusahaan terus memperkuat edukasi serta sosialisasi terkait bahaya laten korupsi kepada seluruh karyawan.
Harapannya, setiap individu di dalam perusahaan dapat memahami risiko yang ditimbulkan sekaligus berperan aktif dalam langkah pencegahan.
“Di sisi lain, sebagai tindakan preventif, kami juga memperkuat edukasi dan sosialisasi kepada seluruh karyawan."
"Targetnya adalah seluruh karyawan dapat secara merata memiliki pemahaman yang kuat terhadap bahaya laten korupsi, serta mau berperan aktif dalam pencegahannya,” ungkap Didiet.
Baca Juga: 5 Cara Menghindari Bau Badan, Terutama Saat Traveling di Luar Ruang di Daerah Panas
Tak hanya mendorong penolakan terhadap tindakan korupsi, Didiet turut mengajak seluruh karyawan, mitra kerja, serta para pemangku kepentingan agar berani melaporkan indikasi pelanggaran melalui mekanisme perusahaan yang telah disediakan.
Ia berharap momen HAKORDIA ini menjadi awal dari upaya kolektif untuk membasmi praktik korupsi.
“Mulai dari diri sendiri, dari hal yang kecil, dan dilakukan secara konsisten,” ujarnya.
Baca Juga: Produksi PHR Zona 4 Melaju Kencang, Naik Sepuluh Kali Berkat Development Drilling
Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai instansi seperti Kejaksaan Negeri Sidoarjo, perwakilan TNI AL Juanda, TNI AU Muljono, sejumlah maskapai, serta mitra kerja dan organisasi profesi.
Melalui sinergi lintas sektor tersebut, AirNav Indonesia berharap budaya integritas dapat semakin kuat di seluruh lingkungan kerja dan operasional layanan navigasi penerbangan. ***
Artikel Terkait
AirNav Indonesia dan CT Arsa Foundation Kolaborasi Cetak Generasi Emas Aviasi Melalui Program Beasiswa
AirNav Indonesia Siap Kawal Lonjakan Penerbangan di Musim Libur Nataru 2025/2026
Hari Guru Nasional, AirNav Indonesia Beri Apresiasi untuk Guru di Wilayah 3T
AirNav Indonesia Kawal Kelancaran Penerbangan di Sumatra Pasca Banjir
Runway Run 2025 AirNav Indonesia di Makassar Pecah, Ribuan Pelari Meriahkan Hari Penerbangan Sipil Internasional