Anugerah Jurnalistik Pertamina 2025 Jadi Tolak Ukur Pers Nasional

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Minggu, 14 Desember 2025 | 20:30 WIB
AJP 2025 kembali digelar dengan seleksi ketat, menjaring ribuan karya jurnalistik berkualitas dan menegaskan pentingnya orisinalitas. (Dok. Pertamina)
AJP 2025 kembali digelar dengan seleksi ketat, menjaring ribuan karya jurnalistik berkualitas dan menegaskan pentingnya orisinalitas. (Dok. Pertamina)

Juri AJP 2025 Maman Suherman menegaskan bahwa para juri memikul tanggung jawab moral untuk menjaga kualitas penilaian.

Baca Juga: Pertamina Perkuat Pemulihan Pascabencana, Salurkan Air Bersih dan Dukung Fasilitas Kesehatan di Sumatra dan Aceh

Seluruh karya dinilai harus memenuhi unsur jurnalistik, seperti 5W+1H, kode etik, serta prinsip keberimbangan.

“Jurnalistik itu adalah verifikasi dan konfirmasi. Selain itu, kejujuran dan akurasi menjadi sangat penting. Ketepatan, keaslian, dan integritas adalah fondasi jurnalistik,” tegas Maman, (5/12/2025).

Pandangan senada disampaikan juri lainnya, Juniati Gunawan, yang menyebut otentisitas sebagai nilai tertinggi dalam penjurian tahun ini.

Baca Juga: Beragam Burger Unik di Seluruh Dunia, Kuliner Internasional yang Mudah Diadaptasi dengan Selera Lokal

Ia menekankan bahwa karya jurnalistik boleh dikemas secara puitis, namun tetap harus realistis, berdampak, dan memberi pembelajaran positif bagi publik.

“Selama penjurian, kita banyak berdiskusi mendalam. Saling belajar, saling menghargai, dan tentu kami ingin memilih yang terbaik di antara yang terbaik. Karya harus autentik.

"Walaupun sekarang banyak bantuan teknologi AI, itu menjadi concern besar bagi juri.

Baca Juga: Dahana Salurkan Air Bersih dan Sembako ke Aceh Tamiang

"Karya harus asli dan menunjukkan sisi humanis, sisi lingkungan, dan sisi operasional agar memberikan manfaat bagi semua,” ujar Juniati.

Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita menambahkan, antusiasme jurnalis terhadap AJP 2025 terus meningkat.

Tahun ini, Pertamina menerima 2.685 karya, dengan 1.387 karya dinyatakan lolos kurasi untuk melanjutkan ke tahap penjurian berikutnya.

Baca Juga: Kota Tertua di Asia, Sejarah Panjang dan Bangunan Tuanya Terbentuk Sejak Ribuan Tahun Lalu

Proses penjurian dilakukan secara berlapis, mulai dari verifikasi karya, penilaian tingkat teritori, pleno juri teritorial, hingga pleno juri nasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini