Ia menambahkan bahwa arah kebijakan bisnis Bank Mandiri tetap difokuskan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Baca Juga: Elnusa Raih Lencana Committed INSTAR 2025, Tegaskan Konsistensi Integrasi ESG dalam Bisnis Energi
“Kami melihat prospek ekonomi nasional yang tetap terjaga sebagai peluang untuk mempertahankan kinerja yang solid.
"Target kami menjaga pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga tetap berada pada level dua digit hingga akhir 2025, dengan kualitas aset yang terus terjaga,” jelasnya.
Dari sisi pendapatan, bank berkode emiten BMRI ini mencatatkan kinerja yang stabil dengan tren pertumbuhan yang terjaga.
Pendapatan bunga tumbuh 9,5 persen YoY per November 2025, sementara tekanan beban bunga menunjukkan tren penurunan.
Beban bunga pada November 2025 tercatat sebesar Rp3,6 triliun dan terus menurun sejak kuartal II.
Secara kuartalan (quarter on quarter/QoQ), beban bunga turun 1,7 persen hingga kuartal III 2025 dan diperkirakan berlanjut pada kuartal IV.
Menurut Novita, kondisi tersebut mencerminkan likuiditas pasar yang semakin kondusif serta pengelolaan struktur pendanaan yang lebih efisien seiring meredanya kompetisi dana pihak ketiga.
Bank berlogo pita emas ini menilai perbaikan tersebut menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan margin ke depan.
“Perbaikan biaya pendanaan memberikan ruang bagi kami untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan profitabilitas.
"Fokus kami tetap pada kualitas pendanaan dan pengelolaan likuiditas yang prudent,” ujarnya.
Artikel Terkait
Pacu Efisiensi Finansial, Elnusa Resmi Tingkatkan Fasilitas Non Cash Loan bersama Bank Mandiri
Bank Mandiri Perkuat Akselerasi Pembiayaan Digital Lewat Fitur KAD di Kopra
Livin’ Fest 2025 Surabaya Jadi Puncak Perayaan, Bank Mandiri Perkuat UMKM dan Ekonomi Kreatif Lewat Kolaborasi Lintas Sektor
Libur Akhir Tahun Lebih Hemat, Bank Mandiri Gulirkan Promo FOMO hingga Rp2,5 Juta
Bank Mandiri Senantiasa Hadir di Tengah Warga, Salurkan 5.000 Paket Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara