Ia menambahkan bahwa penandatanganan Nota Kesepahaman ini menjadi wujud komitmen InJourney Hospitality dalam menjadikan riset sebagai fondasi pengembangan The Sanur.
Baca Juga: Nutrisi Wajib Bagi Pelari Saat Maraton, Menambah Stamina dan Performa Latihan
“Melalui kolaborasi riset di Ethnobotanical Garden dengan Universitas Udayana, InJourney Hospitality mendorong pengembangan living laboratory yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, kearifan lokal, memperkuat identitas budaya, prinsip keberlanjutan, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pariwisata Indonesia” tutupnya.
Ethnobotanical Garden Sebagai Wujud Komitmen Keberlanjutan di The Sanur
KEK Sanur merupakan Proyek Strategis Nasional yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 2022, dikembangkan di atas lahan seluas 41,26 hektare dengan visi sebagai International Health & Wellness Destination.
Baca Juga: Pertamina Dominasi Pemanfaatan Produk Dalam Negeri di Indonesia
Kawasan ini mengintegrasikan layanan kesehatan berstandar internasional dan pariwisata dalam satu ekosistem holistik bernama The Sanur.
Kawasan ini diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, pada 25 Juni 2025 sebagai pemain strategis dalam sektor pariwisata kesehatan internasional.
Sebagai Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK Kesehatan Sanur, PT Hotel Indonesia Natour mengembangkan Ethnobotanical Garden The Sanur di atas lahan seluas 4,9 hektar yang terletak tepat di jantung kawasan.
Baca Juga: Jalan-Jalan Nyaman Naik Kereta Panoramic, Ini Deretan Promo KAI Wisata
Taman ini berfungsi sebagai paru-paru kawasan, sekaligus sebagai elemen pengikat seluruh fasilitas kesehatan, pariwisata, dan wellness di The Sanur.
Taman ini dirancang dan dikembangkan sebagai pusat pelestarian keanekaragaman hayati dan budaya lokal Bali. Beragam koleksi tanaman di dalamnya telah dikurasi sebagai representasi budaya, sesuai dengan daftar tanaman obat yang tercatat dalam naskah kuno Nusantara berjudul Taru Pramana.
Naskah ini disebut sebagai warisan dari Mpu Kuturan, seorang tokoh besar, pendeta, dan penasihat kerajaan Bali Kuno dan Kahuripan-Kediri sekitar tahun 990–1049 M. Terdapat 202 tanaman obat herbal Nusantara yang tercatat dalam naskah Taru Pramana tersebut.
Baca Juga: Telkom Gandeng CCSI Kembangkan SKKL SUB-2 untuk Perluas Jangkauan Konektivitas Digital Nasional
Selain itu, Ethnobotanical Garden ini menjadi jantung kawasan The Sanur dengan mengintegrasikan fungsi edukasi, konservasi, dan relaksasi. Taman ini juga menjadi suaka bagi burung lokal serta kolam retensi kawasan.
Dirancang inklusif bagi semua kalangan, taman ini menjadi ruang interaksi antara pengunjung dan alam yang mendukung percepatan recovery pasien yang menjalankan perawatan di fasilitas medis internasional.
Artikel Terkait
Sambut Wisatawan, PT Hotel Indonesia Natour Gelar Pelatihan bagi Karyawan
PT Hotel Indonesia Natour Hadirkan Layanan Kesehatan Fontaine Vitale di KEK Sanur
ITDC Perkuat Pengembangan SDM, InJourney Hospitality House di The Mandalika Masuki Tahun Ketiga
Pembangunan Pusat Layanan Fertilitas Internasional Dimulai di KEK Sanur, InJourney Hospitality Gandeng Alpha IVF Group
Implementasi Teknologi Digital InJourney Hospitality Berbuah Penghargaan di Top Digital Award 2025