Perkuat KEK Sanur sebagai Destinasi Health & Wellness Global, InJourney Hospitality Kolaborasi Riset dengan Universitas Udayana

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Rabu, 17 Desember 2025 | 11:00 WIB
InJourney Hospitality menjalin kolaborasi riset dengan Universitas Udayana untuk mengembangkan Ethnobotanical Garden di KEK Sanur berbasis edukasi dan keberlanjutan.
InJourney Hospitality menjalin kolaborasi riset dengan Universitas Udayana untuk mengembangkan Ethnobotanical Garden di KEK Sanur berbasis edukasi dan keberlanjutan.

Selain itu juga berfungsi sebagai sarana penunjang fasilitas wellness experience di hotel The Meru Sanur, diantaranya wellness activity di Spa in The Forest, aktivitas melukat di purification pond, Yoga, Meditasi, Akupuntur serta Spiritual Treatment yang menghadirkan pengalaman wellness yang unik, holistik, menciptakan perjalanan well being dan memorable journey.

Baca Juga: PT MUM Buka Loker Staf Sosial Media di Jakarta Selatan, Terbuka untuk Lulusan S1 Semua Jurusan

Beragam fasilitas lainnya juga dapat ditemui, seperti tanaman usada, museum lontar, SPKLU dengan panel surya, amplitheatre, restaurant dan lain-lain. Selain itu, juga terdapat front pond yang juga fungsi sebagai resapan air di kawasan.

Di Ethnobotanical Garden, telah tertanam ribuan pohon yang telah dikurasi sebagai representatif budaya, wilayah, dan tradisi diantaranya pohon iconic & giant trees diantaranya Pohon Ficus religiosa, Pohon Alstonia scholaris, Tanaman Buah, Herbal, Bodhi, Flamboyan, Tabebuya, Mangga, Kersen, Jambu Air, Jeruk Bali, hingga tanaman air seperti Victoria amazonica dan Nymphaea pubescens, serta tanaman herbal Pandan Bali, Sirih Gading, dan Alokasia kuping gajah, dan berbagai varietas lainnya mewarnai lanskap taman ini.

Ethnobotanical Garden ini juga dirancang sebagai kawasan yang inklusif, aksesibel dengan jalur pedestrian ramah disabilitas,  pathway dan open space sehingga pengunjung dapat terkoneksi dengan berbagai fasilitas kawasan, serta fasilitas penunjang seperti restoran, area nutrisi dan suplemen, sehingga pengunjung dapat menikmati kuliner khas Indonesia.

Baca Juga: Yuk, Magang BUMN Durasi 6 Bulan di Sektor Kepelabuhanan, Cocok untuk Lulusan Teknik Sipil

Selain itu, juga terdapat public area diantaranya lobby, toilet umum, dan buggy parking.

Pengembangan Ethnobotanical Garden ini juga mengusung prinsip pembangunan berkelanjutan untuk mendukung pengurangan emisi karbon dan pencapaian target Net Zero Emission 2060.

Dengan dukungan riset akademik, taman ini menjadi implementasi nyata konsep Sustainable Tourism Destinations dan Sustainable Environment di kawasan pariwisata terpadu.***.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini