PELITA BUWANA, Inovasi Sosial PEP Sangatta Field Dorong Pertanian Berkelanjutan dan Ketahanan Pangan

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Senin, 22 Desember 2025 | 13:30 WIB
PELITA BUWANA, inovasi CSR PEP Sangatta Field, mengintegrasikan pengelolaan limbah dan pertanian berkelanjutan untuk ketahanan pangan. (Dok. PEP Sangatta Field)
PELITA BUWANA, inovasi CSR PEP Sangatta Field, mengintegrasikan pengelolaan limbah dan pertanian berkelanjutan untuk ketahanan pangan. (Dok. PEP Sangatta Field)

Ketiga subunit tersebut terintegrasi dalam satu skema inovasi yang memanfaatkan limbah sebagai sumber daya baru.

Baca Juga: DAMRI Tebar Promo Nataru, Tiket Pulang–Pergi untuk Seluruh Rute AKAP Diskon 5 Persen

Dalam skema tersebut, limbah baglog jamur tiram dimanfaatkan sebagai campuran pakan ayam pedaging.

Depot energi berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berperan mengolah limbah sawit dan kayu menjadi media tanam jamur dan hidroponik, sekaligus menggerakkan pompa sistem hidroponik.

Depot energi ini juga mendukung pertanian semiorganik melalui penyediaan listrik untuk sistem irigasi terpadu dan produksi pestisida nabati berbahan asap cair.

Baca Juga: 4 Gunung di Sekitar Yogyakarta yang Direkomendasikan untuk Pendaki Pemula

Di sisi lain, sektor pertanian semiorganik memanfaatkan pupuk kandang dari peternakan ayam pedaging untuk diolah menjadi pupuk organik cair, sehingga membentuk ekosistem pertanian regeneratif yang berkelanjutan.

Program ini dirancang inklusif dengan melibatkan kelompok rentan.

Sebanyak 12 rumah tangga fakir miskin terlibat dalam kegiatan pertanian, empat lansia berperan dalam pengelolaan hulu hingga hilir pertanian hortikultura dan peternakan ayam pedaging, serta 13 perempuan rawan sosial ekonomi aktif dalam pertanian hortikultura dan budidaya jamur tiram.

Baca Juga: Apresiasi Kinerja Pertamina, Menteri ESDM Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Saat Nataru

Selain itu, 160 kepala keluarga di wilayah rawan bencana merasakan manfaat berupa penurunan potensi kebakaran hutan dan lahan.

Secara keseluruhan, program ini menjangkau 30 penerima manfaat langsung dan 620 penerima manfaat tidak langsung.

PELITA BUWANA juga mendorong perubahan sistemik.

Baca Juga: Panduan Memilih Baggage Tracker, Alat Pelacak Agar Koper Tidak Hilang

Dari sisi intelektual, kelompok telah memiliki legalitas usaha berupa NIB, PIRT, sertifikat halal, dan sertifikat PATEN.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini