PELITA BUWANA, Inovasi Sosial PEP Sangatta Field Dorong Pertanian Berkelanjutan dan Ketahanan Pangan

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Senin, 22 Desember 2025 | 13:30 WIB
PELITA BUWANA, inovasi CSR PEP Sangatta Field, mengintegrasikan pengelolaan limbah dan pertanian berkelanjutan untuk ketahanan pangan. (Dok. PEP Sangatta Field)
PELITA BUWANA, inovasi CSR PEP Sangatta Field, mengintegrasikan pengelolaan limbah dan pertanian berkelanjutan untuk ketahanan pangan. (Dok. PEP Sangatta Field)

Secara individual, masyarakat kini mampu mengolah limbah pertanian, peternakan, dan limbah sawit menjadi pupuk organik serta pestisida nabati.

Dari aspek sosial, kelompok berkembang sebagai learning center pertanian, sementara secara kultural, tradisi lokal Mapulus dan Tasyukuran Tanam Panen tetap dilestarikan.

Baca Juga: TelkomGroup Bersama BUMN dan Danantara Terjunkan Relawan dan Kirim Bantuan Kemanusiaan di Masa Pemulihan

Dari sisi lingkungan dan infrastruktur, masyarakat mampu mengolah sekitar lima ton limbah per tahun serta 2,4 ton limbah sawit dan kayu, didukung oleh PLTS, alat asap cair, alat pengering, rumah budidaya jamur tiram, dan instalasi hidroponik.

Keberlanjutan program juga diperkuat melalui regenerasi kepemimpinan lokal, dengan hadirnya Bapak Choirul Munasikin atau Pak Ahmad, petani hortikultura berpengalaman lebih dari 20 tahun yang kini menjabat sebagai Ketua Kelompok ECO-STEP.

Inovasi ini lahir dari kolaborasi erat antara perusahaan dan masyarakat, termasuk peran aktif perempuan seperti Mardiyah dan anggota lainnya dalam penguatan kelompok.

Baca Juga: Telkomsel Poin Festival 2025 Hadirkan Kejutan Akhir Tahun, Mercedes-Benz hingga iPhone Terbaru Siap Dibagikan

Secara keseluruhan, capaian sustainability compass menunjukkan penurunan biaya kebutuhan pertanian hingga Rp57 juta per tahun, peningkatan pendapatan anggota rata-rata Rp250 ribu per orang per bulan, terbukanya lapangan kerja baru di sektor pertanian dan peternakan, serta terbentuknya pusat berbagi pengetahuan bagi masyarakat Desa Tanah Datar.

Dari aspek lingkungan, program ini mampu mengolah 31 ton limbah organik dan 120 kilogram limbah anorganik per tahun.

Sementara dari sisi kesejahteraan, 43,3 persen penerima manfaat langsung merupakan perempuan, mencerminkan komitmen PEP Sangatta Field dalam menghadirkan inovasi sosial yang inklusif, berdampak, dan berkelanjutan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini