Aspekpir Sebut Pola Single Management Untungkan Petani Mitra

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Selasa, 30 Desember 2025 | 10:30 WIB
Aspekpir menilai penerapan pola single management oleh PTPN IV PalmCo memberi manfaat nyata melalui pengelolaan yang lebih transparan dan profesional.
Aspekpir menilai penerapan pola single management oleh PTPN IV PalmCo memberi manfaat nyata melalui pengelolaan yang lebih transparan dan profesional.

Kabar BUMN - Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Inti Rakyat (Aspekpir) Setiyono, menilai penerapan pola single management oleh PTPN IV PalmCo telah membawa manfaat besar bagi petani mitra.

Menurutnya, pola pengelolaan terpadu yang dilakukan perusahaan tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperkuat tata kelola kemitraan yang lebih transparan, profesional, dan berkeadilan.

"Dulu, bahasa single management sempat jadi momok di kalangan petani. Namun kenyataannya, PTPN justru memberikan kesempatan yang luas kepada petani untuk terlibat langsung dan berkembang.

Baca Juga: Kumpulan Ucapan Selamat Tahun Baru 2026 yang Profesional dan Hangat untuk Rekan Kerja

"Petani tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga bagian aktif dari sistem pengelolaan yang profesional,” kata dia belum lama ini.

Single management sendiri merupakan pola pengelolaan seluruh proses budidaya kelapa sawit petani secara terpadu.

Mulai dari peremajaan hingga pemanenan, dengan standar perusahaan yang tinggi.

Baca Juga: Penguatan SDM dan Inovasi Migas, Pertamina Drilling Jalin Kerja Sama dengan ITB

Sistem ini mencakup operational excellence, kesetaraan produktivitas antara kebun perusahaan dan petani, pemberdayaan petani melalui program cash for works, korporatisasi kelembagaan petani, serta prinsip transparansi dalam seluruh aktivitas pengelolaan.

Setiyono menegaskan bahwa sistem ini mampu mendorong peningkatan produktivitas kebun plasma hingga setara dengan kebun inti perusahaan.  

Produktivitas tinggi, bahkan usia sawit muda sudah menghasilkan TBS dengan volume luar biasa. Ini bukti bahwa ketika petani dilibatkan, hasilnya nyata,” tuturnya.

Baca Juga: Awal 2026 Makin Seru, DAMRI Hadirkan Promo 1.1 Twin Date untuk Perjalanan Hemat

Selain peningkatan produksi, single management juga membuka peluang ekonomi baru bagi petani melalui pola kemitraan yang inklusif.

Petani tidak hanya mendapatkan pendapatan dari hasil kebun, tetapi juga terlibat sebagai tenaga kerja dalam kegiatan operasional kebun maupun sebagai kontraktor lokal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini