Pertamina Hulu Indonesia Gandeng Yayasan SALAKHA Bentuk Tim Tanggap Darurat Banjir di Wilayah Jabodetabek

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Jumat, 9 Januari 2026 | 14:30 WIB
PHI dan SALAKHA meneken MoU untuk membentuk Tim Tanggap Darurat Banjir sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan dan kolaborasi kebencanaan. (Dok. PHI)
PHI dan SALAKHA meneken MoU untuk membentuk Tim Tanggap Darurat Banjir sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan dan kolaborasi kebencanaan. (Dok. PHI)

Kabar BUMN - Menegaskan komitmen terhadap keselamatan manusia dan kelestarian lingkungan, PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) resmi menjalin kerja sama dengan Yayasan Selaras Alam Khatulistiwa (SALAKHA).

Kerja sama ini diresmikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) pembentukan Tim Tanggap Darurat Banjir.

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan langsung oleh Direktur Utama PHI dan Ketua Yayasan SALAKHA pada akhir Desember 2025 di Kantor Pusat PHI, Jakarta.

Baca Juga: Malam-malam Kelaparan di Surabaya, Ini Rekomendasi Kuliner yang Buka Hingga Tengah Malam dan 24 Jam

Direktur Utama PHI, Sunaryanto, menegaskan bahwa kesepakatan ini menjadi fondasi awal terbangunnya kolaborasi strategis antara PHI dan SALAKHA dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, khususnya banjir.

Inisiatif ini sekaligus menegaskan komitmen perusahaan terhadap aspek sosial dan lingkungan.

“Kami meyakini bahwa kesiapsiagaan serta respons yang terstruktur terhadap potensi bencana banjir oleh perusahaan dan pemangku kepentingan lainnya merupakan elemen krusial dalam pengelolaan risiko bencana.

Baca Juga: BSI dan BASE Bersinergi Perluas Pembiayaan Proyek Energi Ramah Lingkungan di Indonesia

"Oleh karena itu, inisiatif ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas internal perusahaan dalam menghadapi situasi darurat,” jelasnya.

Sunaryanto juga menambahkan bahwa PHI akan terus mendorong sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan guna membangun kapasitas tanggap bencana yang berkelanjutan.

“Melalui kolaborasi ini, PHI dan Yayasan SALAKHA bersinergi untuk membangun sistem kesiapsiagaan bencana yang terstruktur dan berkelanjutan berbasis penguatan kapasitas,” imbuhnya.

Baca Juga: Truntum Cihampelas Masuk Jajaran Top 5 Hotel Terbaik di Bandung Versi Tripadvisor Awal 2026

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Yayasan SALAKHA, Baharudin Rahman, menyampaikan komitmen yayasannya untuk memberikan arahan, pendampingan, serta program pelatihan bertahap yang dilengkapi dengan sertifikasi bagi relawan PHI.

“MoU ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan kesiapan tim dalam menghadapi situasi darurat banjir.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini