Dengan koordinasi intensif bersama Kementerian PU dan para pemangku kepentingan, seluruh proses penanganan dilakukan secara cepat, terukur, serta mengedepankan aspek keselamatan.
Bupati Agam, Benni Warlis, turut mengapresiasi komitmen Brantas Abipraya dalam mendukung pemulihan daerahnya.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, Kementerian PU, dan BUMN konstruksi menjadi kunci utama percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Upaya pemulihan ini tidak hanya difokuskan pada perbaikan kerusakan fisik, tetapi juga diarahkan untuk mendorong pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
Baca Juga: 4 Mall Terbaru di Jakarta, Bisa Menjadi Tujuan Wisata Belanja dan Kuliner Tahun 2026
Dengan kembalinya fungsi infrastruktur, diharapkan aktivitas masyarakat dapat segera pulih dan roda perekonomian daerah kembali bergerak.
Melalui kolaborasi yang solid antara Brantas Abipraya dan Kementerian PU, pemulihan di Kabupaten Agam dan wilayah terdampak lainnya diharapkan dapat berjalan lebih cepat serta memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
“Kami berkomitmen untuk selalu hadir dan berkontribusi dalam setiap upaya pemulihan pasca bencana.
"Sinergi dengan Kementerian PU menjadi langkah penting untuk memastikan pembangunan kembali infrastruktur di Agam dapat berjalan optimal dan berkelanjutan,” tutup Muhammad Toha Fauzi.***
Artikel Terkait
Brantas Abipraya Mantapkan SDM Konstruksi Lewat Pelatihan SKK dan K3
Brantas Abipraya Hadirkan ATA MODO, Kolaborasi untuk Masa Depan Berkelanjutan di Desa Komodo
Kini Pekerja Proyek NCICD Dibekali Sertifikasi SKK dan K3 oleh Brantas Abipraya
Brantas Abipraya Salurkan Bantuan Rp161 Juta untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatera
Brantas Abipraya Perkuat Dukungan Pemulihan Sumatera Lewat Bantuan Logistik dan Alat Berat