Di sisi operasional, inovasi ini juga menjaga kualitas produk tetap optimal, memangkas waktu produksi dari 10,5 hari menjadi 7,8 hari, serta memberikan dampak positif terhadap lingkungan dengan menekan emisi hingga 1.399 ton CO₂ per tahun.
Atas keunggulan tersebut, KPI Unit Balikpapan dianugerahi Gold Medal, Invention Presentation, serta Exhibiting Valuable Invention.
Penghargaan dari NRCT diserahkan langsung oleh Executive Director National Research Council of Thailand (NRCT), Wiparat De-ong.
Tak hanya itu, para inovator Pertamina juga menerima Special Award dari Association of Polish Inventors and Rationalizers (API&R) asal Polandia.
Baca Juga: Sebelum Melaju ke Destinasi Wisata, Pastikan Kendaraan Siap Tempuh Perjalanan Jauh
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh CEO API&R, Michal Szota, sebagai bentuk apresiasi tinggi terhadap inovasi yang dihasilkan.
Sebagai wujud komitmen terhadap pengembangan inovasi berkelanjutan, perwakilan tim inovator KPI Unit Balikpapan turut berpartisipasi dalam forum IPITEX, yang merupakan pameran inovasi internasional tahunan dan menjadi wadah bagi para penemu dari berbagai negara untuk memamerkan karya terbaik mereka.
Sebelumnya, inovasi unggulan ini juga telah meraih penghargaan Platinum—penghargaan tertinggi—dalam ajang internal Annual Pertamina Quality Award (APQA) 2025.
Baca Juga: Dampak Cuaca Ekstrem, KAI Pastikan Keselamatan Selama Proses Pemulihan Operasional
Tim inovator yang tergabung dalam Project Collaboration Improvement (PC-Prove) FOMO-DEX diketuai oleh Adimas Prasetyaaji, dengan anggota Agya Kumala Asri, Rendy Bayu Aji Suhaedy, Faizal Ramadhan Nur, Ade Suryono, Agung Aldi Saputra, dan Deden Riskianandika, serta didampingi Fasilitator Ferdana Eldriansyah.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan bahwa penghargaan internasional ini menjadi bukti kapabilitas perwira Pertamina yang mampu bersaing di tingkat dunia dalam menciptakan inovasi energi.
“Pertamina senantiasa mendorong seluruh Subholding dan Unit Operasi untuk terus melahirkan inovasi yang berdampak nyata.
Baca Juga: Di Tengah Keterbatasan Akses Bank, BRILink Agen Waisun Bantu Warga Yahukimo Bertransaksi
"Inovasi FOMO-DEX dari Kilang Balikpapan ini sangat strategis karena akan menciptakan nilai tambah finansial melalui efisiensi, serta mendukung komitmen keberlanjutan perusahaan melalui pengurangan emisi karbon.
Artikel Terkait
Pertamina Perkuat Fondasi Hijau, Terapkan Standar Keberlanjutan Global sebagi Kunci Bisnis Masa Depan
Lindungi Generasi Alpha dari Risiko Dunia Maya, Pertamina Dorong Literasi Digital Lewat ICT Goes to School
Pertamina Luncurkan Gerakan Sebar Energi Baik, Ajak Publik Jadi Motor Transisi Energi Nasional
Mengenal RDMP Balikpapan, Proyek Kilang Terbesar Pertamina Berstandar Euro V
Awal Tahun Langsung Ngebut, Sumur SLW-C4X Angkat Produksi Pertamina EP Papua Field