“Lamanya waktu pemulihan dipengaruhi oleh beragam pekerjaan infrastruktur yang terdampak, mulai dari sektor jalan dan jembatan hingga sumber daya air. Sebab, sejumlah proyek fisik membutuhkan waktu lebih panjang dan tidak bisa diselesaikan secara cepat,” imbuh Dody Hanggodo, Menteri PU.
Baca Juga: Rekomendasi Tempat Jogging di Depok, Semuanya Gratis
Ditambahkannya, Kementerian PU menegaskan bahwa Pemerintah menargetkan percepatan pemulihan infrastruktur daerah melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di wilayah terdampak dapat segera pulih secara berkelanjutan.
Sementara itu, ditemui di kesempatan lain saat meninjau langsung progres pembangunan huntara untuk korban banjir Aceh di lapangan (31/12), Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria dalam keterangannya menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan komitmen langkah nyata untuk segera menyediakan tempat tinggal yang layak dan aman bagi para pengungsi.
“Ke depan, Brantas Abipraya akan memperkuat komitmen untuk percepatan pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam penanganan dan pemulihan pascabencana di berbagai wilayah Indonesia,” tutup Muhammad Toha Fauzi, Direktur Operasi I Brantas Abipraya.***
Artikel Terkait
Brantas Abipraya Hadirkan ATA MODO, Kolaborasi untuk Masa Depan Berkelanjutan di Desa Komodo
Kini Pekerja Proyek NCICD Dibekali Sertifikasi SKK dan K3 oleh Brantas Abipraya
Brantas Abipraya Salurkan Bantuan Rp161 Juta untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatera
Brantas Abipraya Perkuat Dukungan Pemulihan Sumatera Lewat Bantuan Logistik dan Alat Berat
Brantas Abipraya–Kementerian PU Percepat Pemulihan Sumbar, Rekonstruksi Infrastruktur di 10 Daerah Terdampak