Sinergi Pertamina Group Perkuat Hilirisasi Petrokimia, Polytama Andalkan Propylene Kilang Balongan

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Minggu, 1 Februari 2026 | 12:00 WIB
Polytama Propindo, afiliasi Pertamina, memproduksi polypropylene sebagai bahan baku utama berbagai industri dalam negeri. Pertamina Group perkuat hilirisasi petrokimia lewat sinergi pasokan propylene. (Dok. Pertamina)
Polytama Propindo, afiliasi Pertamina, memproduksi polypropylene sebagai bahan baku utama berbagai industri dalam negeri. Pertamina Group perkuat hilirisasi petrokimia lewat sinergi pasokan propylene. (Dok. Pertamina)

Kabar BUMN - Sinergi yang terjalin di lingkungan Pertamina Group terus memperkuat upaya hilirisasi petrokimia nasional.

Hal tersebut diwujudkan melalui peran perusahaan afiliasi PT Pertamina (Persero), yakni PT Polytama Propindo (Polytama), yang mengandalkan pasokan propylene dari PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit (RU) VI Balongan untuk memproduksi polypropylene bernilai tambah bagi industri dalam negeri.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengungkapkan bahwa kilang-kilang Pertamina tidak hanya berperan memproduksi bahan bakar minyak (BBM), tetapi juga menghasilkan berbagai produk antara (intermediary) yang menjadi bahan baku penting bagi industri petrokimia nasional.

Baca Juga: Destinasi Pemakaman Unik dan Bersejarah di Jakarta, Tempat Peristirahatan Warisan Hindia Belanda

Peran ini sejalan dengan strategi Pertamina dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya energi sekaligus memperkuat ketahanan industri domestik.

“Eksistensi Pertamina melalui Polytama, menjadi bukti peran Pertamina dalam mendorong hilirisasi migas,” jelasnya.

Direktur PT Polytama Propindo, Dwinanto Kurniawan, menegaskan bahwa Polytama merupakan bagian integral dari ekosistem Pertamina Group yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir.

Baca Juga: Keterlibatan WIKA di Proyek JSDP, Perkuat Asta Cita melalui Pengelolaan Air Limbah Berkelanjutan di Jakarta

“Polytama tidak berdiri sendiri. Kami merupakan bagian dari sistem industri nasional yang menghubungkan sektor hulu dan hilir, mulai dari kilang hingga ke industri manufaktur.

"Integrasi ini menjadi fondasi penting bagi ketahanan industri petrokimia Indonesia,” ujar Dwinanto.

Dalam operasionalnya, bahan baku propylene dipasok dari Kilang Pertamina RU VI Balongan melalui jaringan pipa sepanjang sekitar empat kilometer.

Baca Juga: Konsumsi Listrik Nasional 2025 Tumbuh Positif, Penjualan PLN Tembus 317,69 TWh

Rata-rata pasokan propylene dari Kilang Balongan mencapai 250 ribu ton per tahun.

Bahan baku tersebut kemudian diolah menggunakan teknologi Spheripol dari LyondellBasell untuk menghasilkan produk polypropylene berkualitas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini