Untuk mengejar target 2025, PHE terus menggali potensi dari berbagai lini, termasuk melalui Put on Production and Exploration (POPE) pada sumur Astrea, Pinang East, dan Akasia Prima.
Baca Juga: Bank Mandiri Rilis E-Money Imlek 2026, Lihat Tampilannya yang Eksklusif
Selain itu, keberhasilan pemboran di sejumlah struktur strategis seperti Lembak–Kemang–Tapus, Benuang, Gunung Kemala, serta Karangan–Tanjung Miring Barat, mendorong Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 Regional Sumatra mencatat rekor produksi minyak tertinggi hingga 30 ribu barel minyak per hari (BOPD).
Dalam upaya menjaga ketahanan energi nasional sekaligus menekan laju penurunan produksi di lapangan migas tua, Subholding Upstream Pertamina menerapkan teknologi Multistage Fracturing (MSF) pada sumur KB525 dan KB570 di WK Rokan. Inovasi ini menjadikan Pertamina sebagai pelopor penerapan teknologi MSF di Indonesia.
Kinerja positif PHE juga ditopang oleh sejumlah proyek strategis yang telah beroperasi (onstream) sepanjang 2025.
Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Nisfu Syaban, Mudah dihafal dan Dilaksanakan
Beberapa di antaranya adalah Proyek Sisi Nubi Area of Interest 1-3-5 yang dikelola Pertamina Hulu Mahakam (PHM), Proyek CEOR Lapangan Minas Area A Stage-1 oleh Pertamina Hulu Rokan (PHR), serta Proyek Lapangan Gas Senoro Selatan yang dioperasikan PHE Tomori Zona 13 Regional 4.
Hermansyah menilai penyelesaian proyek-proyek tersebut menjadi momen penting dalam memperkuat produksi dan cadangan migas nasional.
“Proyek-proyek ini tidak hanya menambah kapasitas produksi, tetapi juga menjadi bukti bahwa teknologi dan inovasi perwira Subholding Upstream, mitra kerja, serta kolaborasi dengan para pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi migas Indonesia,” katanya.
Baca Juga: KAI Imbau Segera Pesan Tiket H-3 dan H-2 Lebaran 2026, Jangan Sampai Kehabisan!
Menjelang akhir 2025, PHE juga mencatat keberhasilan dari sisi eksplorasi melalui sumur PPC-01 di Struktur Padang Pancuran yang dioperasikan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang.
Sumur ini berhasil on stream dengan realisasi produksi melampaui target, yakni mencapai 451,42 BOPD hingga 26 Desember 2025, lebih tinggi dari target awal sebesar 400 BOPD.
Ke depan, PHE sebagai Subholding Upstream Pertamina akan terus menggenjot kegiatan eksplorasi dan pengembangan lapangan migas.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.
Artikel Terkait
Sinergi Pertamina Group Perkuat Hilirisasi Petrokimia, Polytama Andalkan Propylene Kilang Balongan
Universitas Pertamina Menapaki Usia Satu Dekade dengan Predikat Akreditasi Unggul
Infrastruktur Terintegrasi Balongan Perkuat Peran Pertamina Jaga Pasokan Energi di Jawa Barat hingga Jakarta
Jakarta Pertamina Enduro Tampil Perkasa di Proliga 2026, Sapu Bersih Dua Pertandingan Beruntun pada Pekan ke-4
Pertamina NRE Resmi Pegang 20% Saham CREC Filipina