Peremajaan Sawit Rakyat Dipercepat, PalmCo Distribusikan 6 Juta Bibit Unggul Bersertifikat

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Kamis, 12 Februari 2026 | 19:30 WIB
PTPN IV PalmCo salurkan 6 juta bibit sawit unggul bersertifikat untuk 41.000 hektare lahan rakyat, perkuat koperasi dan dorong sertifikasi RSPO. (Dok. PTPN)
PTPN IV PalmCo salurkan 6 juta bibit sawit unggul bersertifikat untuk 41.000 hektare lahan rakyat, perkuat koperasi dan dorong sertifikasi RSPO. (Dok. PTPN)

Kabar BUMN - Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui Subholding PTPN IV PalmCo terus mempercepat program peremajaan sawit rakyat dengan mendistribusikan bibit unggul bersertifikat.

Upaya ini dibarengi dengan penguatan kelembagaan petani untuk memperkecil jurang produktivitas antara kebun rakyat dan kebun perusahaan. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi besar menjaga daya saing industri sawit nasional dalam jangka panjang.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa menegaskan bahwa pembenahan dari sektor hulu menjadi faktor krusial dalam menjaga keberlanjutan industri sawit Indonesia.

Baca Juga: Suntikan Dana Rp765 Miliar, PT SMI Perkuat Infrastruktur dan Layanan Publik Gianyar

Ia menyoroti masih maraknya penggunaan benih tidak bersertifikat yang berdampak pada rendahnya produksi tandan buah segar (TBS) di kebun rakyat.

“Intervensi harus dimulai dari benih. Kesalahan memilih benih di awal tanam bisa berdampak sampai 25–30 tahun ke depan.

Karena itu, kami memastikan petani mendapatkan bibit unggul yang jelas asal-usul dan kualitasnya,” sebut Jatmiko dalam keterangan tertulis yang diterima di Pekanbaru, Kamis (12/02/2026).

Baca Juga: Lebih dari 390 Ribu Pelaku Usaha Primer Gunakan Listrik PLN Lewat Program EA dan EM hingga 2025

Secara total, PalmCo telah menyalurkan sekitar 6 juta bibit unggul bersertifikat guna mendukung peremajaan di lahan seluas kurang lebih 41.000 hektare. Program tersebut melibatkan lebih dari 20.000 petani yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Jatmiko juga menekankan bahwa peran perusahaan tidak hanya terbatas pada pengelolaan kebun inti.

“Kami ingin petani di sekitar wilayah operasional memiliki daya saing yang setara. Kalau produktivitas rakyat naik, dampaknya bukan hanya ke perusahaan, tetapi juga ke ekonomi daerah,” katanya.

Baca Juga: Tradisi Kimsin Jelang Imlek di Klenteng, Ritual Membersihkan Rupang yang Kosong Sebelum Ditinggali Lagi

Selain fokus pada distribusi bibit, PalmCo memperkuat kapasitas kelembagaan petani.

Saat ini terdapat 93 koperasi sawit dan kelembagaan petani lainnya yang mendapatkan pendampingan, mulai dari pelatihan teknis budidaya, perbaikan administrasi, hingga penerapan manajemen kebun berbasis praktik presisi.

Menurut Jatmiko, tata kelola koperasi yang tertib menjadi kunci agar dukungan pemerintah dan akses pembiayaan dari perbankan dapat dimanfaatkan secara optimal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini