Secara sektoral, mismatch tertinggi tercatat pada sektor pengadaan air dan pertanian.
Pada sektor pengadaan air, ketidaksesuaian didominasi oleh pekerja overeducated, sedangkan di sektor pertanian dipicu dominasi pekerja undereducated yang mencerminkan kebutuhan peningkatan kualitas keterampilan.
Sementara itu, sektor administrasi pemerintahan dan jasa keuangan memiliki proporsi overeducated workers yang relatif lebih besar, dipengaruhi daya tarik stabilitas serta insentif sektor formal.
Baca Juga: Program BPBL Kementerian ESDM dan PLN Wujudkan Penyambungan Listrik Gratis bagi 750 Warga Bengkulu
Temuan ini memperkuat urgensi penguatan ekosistem penempatan tenaga kerja agar kompetensi lulusan dapat terserap secara lebih optimal.
Asmo menegaskan, kebijakan ketenagakerjaan perlu bergerak ke arah kualitas penciptaan lapangan kerja melalui sinergi yang terintegrasi antara pendidikan, industri, dan pemerintah.
“Penguatan link and match, perluasan program upskilling dan reskilling berbasis kebutuhan sektor, serta penajaman intervensi pada wilayah prioritas akan membentuk keunggulan berkelanjutan dalam struktur pasar tenaga kerja nasional,” imbuh Asmo.
Baca Juga: PTPP Menuntaskan Pembangunan Tahap II Kampus UIN Malang Disertai Rekor MURI
Sebagai mitra strategis pemerintah, Bank Mandiri secara aktif mendukung penguatan pasar tenaga kerja melalui berbagai program pengembangan kompetensi yang selaras dengan kebutuhan industri.
Komitmen tersebut diwujudkan antara lain melalui partisipasi aktif dalam Program Magang Nasional yang diinisiasi pemerintah, sebagai wadah pembelajaran terstruktur bagi lulusan baru untuk memperoleh pengalaman kerja yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Selain itu, Bank Mandiri terus memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Baca Juga: Bulan K3 Nasional 2026 di PT Dahana Resmi Ditutup, Hadirkan Ade Rai dalam Safety Talkshow
Komitmen ini dijalankan melalui berbagai inisiatif yang mendorong peningkatan kualitas pendidikan serta memperkuat kesiapan talenta masa depan yang selaras dengan kebutuhan industri.
Ke depan, tim ekonom Bank Mandiri memandang konsolidasi kebijakan berbasis data dan penguatan ekosistem kolaboratif menjadi kunci untuk mempercepat peningkatan produktivitas tenaga kerja.
Dengan langkah tersebut, perbaikan yang telah tercapai dapat dikonversi menjadi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.***
Artikel Terkait
Sambut Imlek, Bank Mandiri Rilis e-Money Edisi Chinese New Year 2026 dengan Desain Eksklusif
Lebih dari 7,45 Juta Penerima, Bank Mandiri Konsisten Perkuat Ekonomi Kerakyatan
Mandiri Looping for Life di INACRAFT 2026, Cara Baru Bank Mandiri Perkuat UMKM Kriya Berbasis Ekonomi Sirkular
Struktur Keuangan Kian Kokoh, Bank Mandiri Tegaskan Dukungan Nyata bagi Agenda Nasional
Semarak Imlek 2026, Bank Mandiri Luncurkan Mandiri e-Money Edisi Spesial Bertema Chinese New Year