Sentuhan PHE Jambi Merang Bikin Singkong Naik Kelas Lewat Tepung Mocaf

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Jumat, 27 Februari 2026 | 15:00 WIB
Ibu-ibu yang tergabung dalam KWT Embun Pagi binaan Jambi Merang sedang mengolah singkong yang panennya melimpah di desa. Singkong diolah menjadi tepung mocaf yang nilai ekonominya lebih tinggi. (Dok. PHE Jambi)
Ibu-ibu yang tergabung dalam KWT Embun Pagi binaan Jambi Merang sedang mengolah singkong yang panennya melimpah di desa. Singkong diolah menjadi tepung mocaf yang nilai ekonominya lebih tinggi. (Dok. PHE Jambi)

Selain mocaf, KWT Embun Pagi juga memproduksi eyek-eyek, camilan berbahan dasar singkong yang memiliki tekstur renyah.

Baca Juga: Bank Mandiri Gandeng Visa, Hadirkan Program Racing Transaksi Berhadiah Trip Nonton FIFA World Cup 2026

Dukungan PHE Jambi Merang tidak hanya berhenti pada pelatihan produksi dan pemasaran, tetapi juga promosi aktif di berbagai ajang pameran tingkat kabupaten maupun provinsi.

Produk mocaf dari Desa Simpang Bayat pernah diperkenalkan dalam sejumlah kegiatan, termasuk Sriwijaya Expo di Palembang. Upaya ini diyakini membantu masyarakat mengenal mocaf sekaligus memahami manfaatnya sebagai alternatif bahan pangan.

Saat Ramadan, kebutuhan akan makanan berbasis tepung cenderung meningkat. Mocaf dapat menjadi pilihan karena merupakan sumber karbohidrat seperti terigu, namun memiliki kelebihan bebas gluten dan lebih mudah dicerna oleh sebagian orang.

Baca Juga: Kuliner Jawa yang Dulu Difavoritkan Wali Songo, Bisa Jadi Alternatif Menu Berbuka Puasa

Bagi mereka yang berpuasa, asupan yang lebih ringan menjadi penting agar sistem pencernaan yang seharian kosong tidak menerima beban berlebihan secara tiba-tiba.

Beragam olahan bisa dibuat dari mocaf. Untuk takjil, tepung ini cocok diolah menjadi bakwan atau pisang goreng yang renyah. Saat berbuka, mocaf dapat dijadikan brownies kukus, bolu pandan, maupun kue lapis.

Bahkan menjelang Lebaran, tepung ini dimanfaatkan untuk membuat nastar, kastengel, dan putri salju dengan tekstur lembut yang setara dengan terigu.

Baca Juga: SUCOFINDO Buka Pendaftaran Arus Balik Mudik Gratis, Keberangkatan dari Surabaya dan Semarang pada 28 Maret 2026

Manager Community Involvement & Development (CID) Regional 1 Iwan Ridwan Faizal menyampaikan bahwa mocaf berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap tepung terigu berbasis gandum impor.

Dengan memanfaatkan bahan lokal, rantai produksi menjadi lebih dekat dan biaya lebih terkendali, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga desa.

“Program pemberdayaan masyarakat dirancang agar bergulir memberikan manfaat langsung terhadap kelompok dan secara tidak langsung berkelanjutan berdampak ke ekonomi masyarakat."

Tepung Mocaf yang terbuat dari singkong dikemas apik dan kerap dipromosikan PHE Jambi Merang diberbagai pameran. Di bulan Ramadan, tepung ini menjadi alternatif pembuatan takjil dan kue lebaran. (Dok. PHE Jambi)

Baca Juga: Program SENJA KARSA PEP Jambi Perkuat Sekolah Lansia, Dorong Generasi Senja Tetap Sehat dan Produktif

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini