Pertamina Tancap Gas Kembangkan SAF Global, Siap Tembus Pasar Eropa dan Asia-Pasifik

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Sabtu, 28 Februari 2026 | 09:30 WIB
Pertamina bangun ekosistem SAF tersertifikasi global, siap ekspor dan dukung dekarbonisasi penerbangan. (Dok. Pertamina)
Pertamina bangun ekosistem SAF tersertifikasi global, siap ekspor dan dukung dekarbonisasi penerbangan. (Dok. Pertamina)

Pertamina memastikan seluruh rantai nilai SAF telah mengantongi sertifikasi ISCC (International Sustainability and Carbon Certification), mulai dari pengumpulan bahan baku, proses pemurnian (refining), hingga penyimpanan dan distribusi.

Baca Juga: Kakorlantas Tinjau Pelabuhan Merak dan Bakauheni, ASDP Matangkan Layanan Jelang Lebaran

Sertifikasi ini menjamin ketelusuran penuh, mencegah penghitungan ganda, serta memenuhi standar keberlanjutan dan akuntansi karbon internasional.

“Fokus kami bukan hanya pada produksi SAF, tetapi juga pada pembangunan ekosistem SAF yang kredibel, terukur, dan diakui secara global, serta menghubungkan pengumpulan bahan baku tingkat komunitas di Indonesia dengan pasar penerbangan internasional,” tegas Agung.

Ia menekankan, pengembangan SAF di Pertamina merupakan bagian integral dari strategi transformasi bisnis perusahaan untuk mengoptimalkan aset kilang eksisting sekaligus membangun portofolio bisnis rendah karbon.

Baca Juga: Peluang Cuan Jelang Lebaran: 10 Ide Bisnis Menjanjikan yang Patut Dicoba

“Di Pertamina, SAF bukanlah inisiatif yang berdiri sendiri, melainkan implementasi langsung dari strategi dual-growth kami, yaitu memaksimalkan aset kilang warisan sambil membangun bisnis rendah karbon yang dapat dikembangkan,” jelasnya.

Produksi SAF dilakukan melalui teknologi co-processing menggunakan minyak jelantah (used cooking oil/UCO) di Green Refinery Cilacap, dengan kandungan campuran SAF sekitar 2,4 persen.

Perjalanan pengembangan bioavtur ini telah dimulai sejak 2015 melalui penelitian katalis domestik dan telah melewati uji teknis pada pesawat Airbus A320-200 milik maskapai Indonesia, Pelita Air Services.

Baca Juga: Berbagi Berkah, YBM PLN Salurkan 45 Ribu Bingkisan Sepanjang Ramadan 1447 H

Dalam membangun ekosistem SAF, Pertamina mengembangkan rantai pasok terintegrasi mulai dari pengumpulan UCO dari rumah tangga dan sektor komersial, pengolahan di kilang, hingga distribusi ke maskapai.

Seluruh rantai nilai tersebut telah tersertifikasi ISCC guna menjamin keberlanjutan serta kepatuhan terhadap standar internasional.

“Kami telah menyelesaikan validasi teknis di berbagai jenis pesawat, termasuk pesawat jet komersial dengan maskapai penerbangan Indonesia, Pelita Air Services.

Baca Juga: Kenapa Kurma Selalu Jadi Pilihan Utama Saat Berbuka Puasa?

"Pelita Air telah mencoba menggunakan SAF untuk penerbangan domestik dan penerbangan internasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini