Pertamina Perkuat Pengawasan Pasokan Energi Lewat Sistem Digital Hub Terintegrasi

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Jumat, 6 Maret 2026 | 07:30 WIB
Pertamina memperkuat pengawasan pasokan energi nasional lewat Pertamina Digital Hub untuk memastikan ketersediaan BBM dan LPG jelang Ramadan dan Idulfitri 2026. (Dok. Pertamina)
Pertamina memperkuat pengawasan pasokan energi nasional lewat Pertamina Digital Hub untuk memastikan ketersediaan BBM dan LPG jelang Ramadan dan Idulfitri 2026. (Dok. Pertamina)

Baca Juga: Jelajah Dunia Bawah Laut di Sea World Ancol, Promo Presale Lebaran Spesial

Sementara itu, pada sektor hilir, Pertamina mampu memonitor pergerakan kapal yang membawa produk ataupun minyak mentah, atau proyeksi ketibaan pengadaan produk atau minyak mentah tersebut, untuk kemudian diolah di enam kilang Pertamina.

Optimalisasi operasional kilang dalam negeri terus dilakukan guna mendukung ketahanan energi nasional.

Selain itu, teknologi digital juga mempermudah Pertamina dalam memantau ketersediaan produk energi di titik penjualan seperti SPBU. Perusahaan dapat mengawasi proses distribusi dari mobil tangki hingga memastikan jumlah stok BBM di setiap SPBU tetap terjaga.

Baca Juga: Didukung PT TIMAH, Inovasi Siswa SMP Belitung Timur Bersinar di OPSI 2025

“Melalui satu dashboard terpadu, Pertamina dapat mengidentifikasi pergerakan konsumsi BBM dan LPG di setiap wilayah, sehingga langkah antisipatif dapat dilakukan lebih dini apabila terjadi peningkatan permintaan, kondisi cuaca ekstrem, maupun dinamika global yang berpotensi memengaruhi rantai pasok energi,” ujarnya.

Baron menambahkan, transformasi digital Pertamina menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional.

Sesuai dengan aturan Pemerintah, Pertamina telah mengamankan cadangan energi nasional di atas level minimum, yakni berkisar 21 – 23 hari. Bahkan, pada produk tertentu cadangannya hingga 35 hari.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Maluku Utara Terus Dibangun, Proyek Pendidikan Ini Dipantau Langsung Gubernur

"Acuan cadangan Pemerintah menjadi ambang batas pengamanan yang harus selalu dipertahankan."

"Selama distribusi dan suplai berjalan normal, stok terus mengalami pergerakan, sehingga Pertamina terus menjaga cadangan di atas level minimum. Ini menjadi langkah mitigasi risiko dan bentuk komitmen Pertamina dalam menjaga ketahanan energi," jelas Baron.

***

 
 
 

Add as a preferred source on Google
Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler