Tanah Tidur Disulap Jadi Ladang Harapan: Kisah KWT Kemuning Wujudkan Kemandirian Pangan dengan Dukungan Pertamina

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Kamis, 5 Maret 2026 | 15:00 WIB
Program Pertamina membantu KWT Kemuning Prabumulih mengolah pekarangan, menekan biaya dapur, hingga menghasilkan omzet Rp1 juta per bulan. (Dok. PHR)
Program Pertamina membantu KWT Kemuning Prabumulih mengolah pekarangan, menekan biaya dapur, hingga menghasilkan omzet Rp1 juta per bulan. (Dok. PHR)

Kabar BUMN – Harga bahan pangan yang terus berfluktuasi menjadi perhatian banyak masyarakat, termasuk Tri Ningsih, warga Kelurahan Patih Galung, Kota Prabumulih.

Ia harus memutar otak agar kebutuhan dapur tetap terpenuhi di tengah naik turunnya harga bahan pokok.

Setiap pekan, Tri Ningsih harus mengeluarkan sekitar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu untuk berbelanja di pasar.

Baca Juga: PTPN I Buka Lowongan Magang BUMN untuk Mahasiswa, Persiapkan Dokumenmu!

Kondisi tersebut sempat membuatnya berpikir untuk memanfaatkan pekarangan rumah yang selama ini hanya menjadi tanah tidur dengan menanam bahan makanan sendiri.

Perempuan berusia 57 tahun itu kemudian mulai membersihkan ilalang di sekitar rumahnya.

Setelah lahan terbuka, ia menanam berbagai sayur-sayuran dan umbi-umbian.

Baca Juga: S&P Global Sustainable 2025, WIKA Raih ESG Score 64/100 dan Peringkat 13 Dunia Sektor Konstruksi

Namun, usaha awalnya belum memberikan hasil yang maksimal karena keterbatasan pengetahuan dalam mengelola tanaman.

Pada saat yang sama, Pertamina EP Prabumulih Field, yang merupakan bagian dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4, tengah mengampanyekan dukungan terhadap kemandirian pangan melalui program MUDA BERSAMA (Perempuan Berdaya, Bersama Kelola Sampah).

Melalui program tersebut, Pertamina memberikan berbagai pelatihan kepada masyarakat, mulai dari pembuatan pupuk dari limbah rumah tangga, pengetahuan dasar herbal atau jamu dari tanaman obat keluarga (TOGA), hingga pelatihan pemasaran produk.

Baca Juga: Masjid Tuo Kayu Jao, Masjid Tertua di Sumatra yang Dibangun Sekitar Abad ke-17

Tri Ningsih yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Kemuning kemudian ikut berpartisipasi dalam program ini.

Bersama 30 perempuan anggota komunitas, mereka belajar membuat pupuk organik dari limbah rumah tangga seperti sisa sayuran, air cucian beras, dan kompos.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini