Kabar BUMN – Bagi masyarakat di Provinsi Kepulauan Riau, mudik bukan sekadar perjalanan darat biasa, melainkan mobilitas antarpulau yang sangat bergantung pada transportasi laut.
Laut menjadi penghubung utama antara keluarga, aktivitas ekonomi, hingga berbagai kepentingan sosial masyarakat.
Menghadapi Angkutan Lebaran 2026, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan seluruh aspek operasional penyeberangan telah dipersiapkan secara optimal untuk mengantisipasi kenaikan mobilitas.
Baca Juga: Deadline 4 Maret 2026! Internship Talent Management di Kimia Farma Resmi Dibuka
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan bahwa Kepulauan Riau memegang peran penting dalam jaringan transportasi nasional, terutama saat periode Lebaran yang identik dengan lonjakan jumlah penumpang dan kendaraan.
“Karakteristik wilayah kepulauan menuntut perencanaan operasi yang presisi. Karena itu, kami memperkuat armada, menambah frekuensi perjalanan, serta mengatur pola operasi secara terukur."
"Prinsip kami jelas, kapasitas harus seimbang dengan kebutuhan, dan keselamatan tetap menjadi prioritas utama,” ujar Heru.
Baca Juga: Tak Sekadar Tunggu Magrib, Ini 4 Aktivitas Seru di Sirkuit Mandalika yang Wajib Dicoba
Mengacu pada data ASDP Cabang Batam, volume Angkutan Lebaran 2026 di Pelabuhan Telaga Punggur dan Pelabuhan Tanjung Uban diperkirakan meningkat sekitar 15 persen dibandingkan tahun lalu.
Pelabuhan Telaga Punggur diproyeksikan melayani 64.483 penumpang dan 18.210 kendaraan. Sementara itu, Pelabuhan Tanjung Uban diperkirakan menangani 61.822 penumpang dan 17.666 kendaraan selama periode tersebut.
Operasional di dua pelabuhan tersebut didukung armada kapal yang telah disiapkan secara andal, yakni KMP Barau, KMP Tanjung Burang, KMP Mulia Nusantara, KMP Niaga Ferry II, KMP Lome, KMP Sembilang, KMP Satria Pratama, KMP Senangin, KMP Teluk Singkil, KMP Bahtera Nusantara 01, serta KMP Bahtera Nusantara 03.
Strategi Penguatan Layanan dan Antisipasi Puncak Arus
General Manager ASDP Cabang Batam, Reno Yulianto, mengungkapkan bahwa pola perjalanan tahunan menunjukkan potensi puncak arus di Pelabuhan Telaga Punggur pada 19 dan 24 Maret 2026. Adapun lonjakan tertinggi di Pelabuhan Tanjung Uban diprediksi terjadi pada 24 Maret 2026.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, ASDP menerapkan penguatan pola operasi dengan menyiapkan kuota kapal terbanyak pada periode H-2 dan H+2 di Telaga Punggur.
Artikel Terkait
ASDP Cabang Batam Cari Karyawan Laut untuk Posisi Juru Minyak dan Juru Masak, Simak Info Lokernya
Jelang Angkutan Lebaran, ASDP Perkuat Keselamatan di Pelabuhan Merak
ASDP Pastikan Pengembalian Selisih Tarif bagi Pembeli Tiket Sebelum Diskon Lebaran
Kakorlantas Tinjau Pelabuhan Merak dan Bakauheni, ASDP Matangkan Layanan Jelang Lebaran
Tak Perlu Khawatir Selisih Harga, ASDP Buka Mekanisme Refund Tiket Ferry Lebaran 2026