Transaksi Digital Meningkat, Laba Bersih Bank Mandiri Capai Rp8,9 Triliun hingga Februari 2026

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Selasa, 10 Maret 2026 | 16:30 WIB
Laba bersih Bank Mandiri mencapai Rp8,9 triliun hingga Februari 2026, didorong peningkatan transaksi digital melalui Livin’ by Mandiri. (Dok. Bank Mandiri)
Laba bersih Bank Mandiri mencapai Rp8,9 triliun hingga Februari 2026, didorong peningkatan transaksi digital melalui Livin’ by Mandiri. (Dok. Bank Mandiri)

Peningkatan penggunaan transaksi pembayaran di berbagai merchant dan pelaku usaha, termasuk pelaku UMKM, turut memperkuat peran layanan digital Bank Mandiri. Hal ini juga mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memperluas akses transaksi yang lebih inklusif.

Baca Juga: Panduan Shalat Idul Fitri: Bacaan Niat Imam, Makmum, dan Cara Melaksanakannya

Seiring meningkatnya transaksi digital tersebut, Bank Mandiri juga mencatat pertumbuhan pendapatan berbasis komisi (fee-based income).

Pendapatan dari berbagai layanan pembayaran, transfer, serta transaksi digital lainnya menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan sepanjang awal tahun ini.

Pendapatan berbasis komisi dari platform digital Bank Mandiri, termasuk Livin’ by Mandiri, tercatat sebesar Rp625 miliar atau tumbuh 45,3% secara tahunan.

Baca Juga: Tukar Telkomsel Poin Bisa Dapat Umroh, Innova Zenix hingga iPhone 17 di Undi-Undi Hepi 2026

Sementara itu, platform wholesale Kopra by Mandiri juga mencatatkan pendapatan komisi sebesar Rp421 miliar atau meningkat 29,3% YoY, seiring semakin tingginya volume transaksi nasabah di kanal digital perusahaan.

Selain itu, fungsi intermediasi Bank Mandiri juga tetap terjaga dengan baik.

Hal ini tercermin dari pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) yang mencapai Rp13,7 triliun atau tumbuh 9,16% secara tahunan (YoY), didukung oleh penyaluran kredit yang stabil serta meningkatnya aktivitas transaksi nasabah.

Baca Juga: Pertagas Bukukan Kinerja Solid 2025, Fokus Perluas Infrastruktur Energi Berkelanjutan

Peningkatan aktivitas transaksi tersebut turut memperkuat penghimpunan dana murah berbasis rekening transaksi. Kondisi ini membantu meningkatkan efisiensi beban bunga perusahaan sekaligus memperkuat struktur pendanaan Bank Mandiri.

Efisiensi operasional Bank Mandiri juga terus membaik. Hal ini tercermin dari rasio Cost-to-Income Ratio (CIR) yang turun ke level 37,21 persen, menunjukkan pengelolaan biaya yang semakin disiplin serta meningkatnya produktivitas bisnis perusahaan.

Dari sisi kualitas aset, Bank Mandiri juga tetap menjaga kinerja yang stabil. Rasio Non-Performing Loan (NPL) berada di level 0,98 persen dengan coverage ratio yang kuat sebesar 246,5 persen, mencerminkan penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit serta penguatan manajemen risiko secara konsisten.

Baca Juga: Kampung Ramadan Prambanan: Pererat Silaturahmi Melalui Pemberdayaan UMKM dan Berbagi Kebahagiaan di Ramadan Penuh Makna

Dengan fundamental bisnis yang tetap kuat, Bank Mandiri optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan di masa mendatang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini